Breaking News:

Berita Lumajang

Inilah Pasar Kaget di Lumajang, Jalan Tegalan Diubah Menjadi Pusat Perbelanjaan Jajanan Kuno

Seperti yang dilakukan Warga Dusun Pasinan, Desa Karangbendo, Mereka mengubah jalan tegalan menjadi pasar

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Aktivitas pasar kaget di Dusun Pasinan, Desa Karangbendo, Lumajang. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Diamini atau tidak pandemi Covid-19 menuntut orang-orang berfikir kreatif memulihkan ekonomi. Tidak sedikit pelaku bisnis menjajal peluang baru.

Seperti yang dilakukan Warga Dusun Pasinan, Desa Karangbendo. Mereka mengubah jalan tegalan menjadi pasar.

Pasar ini bukanya hanya setiap Minggu pagi. Bukan sembako, sayur, atau buah yang dijual, tapi aneka macam jajanan tradisional. 

Bagi orang dewasa, berburu jajanan di sini serasa bernostalgia di jaman kuno. Apalagi pepohonan dan hamparan sawah yang menjadi latar belakang warga setempat berdagang. Rasanya benar-benar seperti berada di pedasaan.

Didik seorang pengunjung mengaku, datang ke pasar ini membuat pikirannya terefleksi. Bahkan, dia menyebut pasar ini bisa menjadi pilihan tempat wisata keluarga berwisata ketika akhir pekan.

"Tempatnya asik bisa buat ngumpul sama keluarga, Minggu pagi kami jalan menikmati pemandangan di sini sambil beli jajanan pasar yang sangat enak," kata Didik.

Baca juga: Jelang Pilkades di Lumajang, Polres Mulai Petakan Desa Rawan Konflik Bekerjasama dengan Polda Jatim

Jaenul Efendi tokoh pemuda Desa mengatakan, ide pasar kaget ini berangkat dari keresahan warga. Sebab mayoritas warga yang merupakan pengusaha mebel merasa kesulitan menggeliatkan bisnis ketika pandemi Covid-19.

"Ini dulu bahu jalan yang gak terpakai banyak sampah dan sering digunakan untuk tempat kriminal. Lalu akhirnya kami dengan pemuda sini bersama-sama gerak membuka peluang dan Alhamdulillah rata-rata setiap Minggu pedagang bisa dapat omzet Rp 300-800 ribu," ujar Jaenul.

Sementara itu, lantaran sekarang masih pandemi Covid-19 ada ketentuan khusus bagi
Anda yang ingin berkunjung ke pasar kaget ini.

Pasar hanya menerima pengunjung yang sudah mendapat suntik vaksin. Skrining itu akan dilakukan petugas di depan pintu masuk sebelum pengunjung memasuki area Pasar 

"Kami sudah sediakan tempat scan barcode aplikasi PeduliLindungi, tempat cuci tangan, dan himbuan-himbaun yang kami pasang," tandas Jaenul, pria yang karib disapa Cio.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved