Breaking News:

Berita Surabaya

Detik-Detik Bocah SD Meloloskan Diri dari Penculikan, Berontak Keluar Mobil saat Pelaku Menepi

Ibunda korban Nur Paini (54), menerangkan, semula IM tidak mengetahui berapa jumlah pasti pelaku komplotan penculik yang menyekap dirinya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Aqwamit Torik
shutterstock.com
Ilustrasi penculikan 

Sedangkan satu orang lainnya, bertugas menyekap sekaligus membekap mulut IM selama perjalanan.

Sepanjang perjalanan yang entah tujuannya ke mana. Kepada Nur, IM mengungkapkan, para pelaku itu saling berbicara satu sama lainnya.

Namun intonasi suara ketiga yang terdengar lirih, membuat IM tidak mampu memahami secara pasti obrolan yang terjadi di tengah mereka.

"Langsung dibekap mulutnya. 'Jangan teriak' bilang gitu, kemudian orangnya nggremeng-gremeng (tidak jelas), enggak tahu ngomong apa, katanya (IM)," tuturnya.

Saat mobil yang dikendarai para penculik itu berangsur pelan dan menepi di bahu jalan.

Di situlah IM merasa memiliki kesempatan untuk kabur dari mobil tersebut.

Apalagi, ungkap Nur, satu orang pelaku yang bertugas menyekap anaknya di bangku belakang, tiba-tiba keluar dari sisi kiri mobil, lalu menempelkan layar ponsel ke telinganya seperti sedang terlibat percakapan telpon dengan orang lain.

IM yang seketika itu, duduk tanpa pengawasan tak membiarkan kesempatan itu. 

Nur mengatakan, anaknya itu sontak keluar dari pintu sisi kiri mobil, lalu berlari menjauh ke arah pintu masuk sebuah gang yang terhubung dengan Jalan Jemursari II, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya.

Kemelut yang terjadi dalam momen pelarian IM saat itu, membuat tas sekolah berisi sejumlah buku pelajaran miliknya masih tertinggal di dalam mobil pelaku.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved