Breaking News:

Berita Surabaya

Karyawan Depot di Surabaya Kena Gendam Dua Pria Tak Dikenal, Gasak Motor Milik Kasir

Korban pelayan restoran cepat saji terkena gendam dua orang berdalih tidak bawa uang untuk membayar pesanan

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
Karyawan Depot di Surabaya Kena Gendam Dua Pria Tak Dikenal, Gasak Motor Milik Kasir
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Tangkapan layar rekaman CCTV 2 orang pelaku gendam yang membawa kabur motor Honda Beat bernopol L-2064-KL milik Hilman, karyawan depot makanan cepat saji di Jalan Dukuh Kupang No. 58, Dukuh Kupang, Sawahan, Surabaya, Jumat (15/10/2021).

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Aksi penipuan atau penggelapan motor bermodus gendam kembali terjadi menyasar karyawan depot makanan cepat saji. 

Kali ini, korbannya, karyawan bagian kasir depot olahan daging ayam, di Jalan Dukuh Kupang No. 58, Dukuh Kupang, Sawahan, Surabaya.

Akibatnya, motor Honda Beat bernopol L-2064-KL warna merah, milik karyawan depot tersebut, bernama Hilman warga Dukuh Kupang, Sawahan, Surabaya, raib.

Teman kerja korban Devi mengungkapkan, insiden tersebut terjadi pada Jumat (15/10/2021) sore, saat korban melayani dua orang oknum pembeli yang datang ke depotnya.

Kedua orang tersebut bertujuan memesan makanan untuk dibungkus dalam jumlah banyak.

Setelah pesanan yang diminta telah siap. Kedua orang itu, berdalih tidak membawa uang untuk membayar pesanan tersebut.

Baca juga: Modus Baru Penipuan Incar Para Pencari Kerja, Tawarkan Pekerjaan hingga Bawa Harga Benda Korbannya

Di situlah ternyata akal bulus kedua orang oknum pelanggan itu dimulai. Devi menerangkan, satu orang pelaku mengajak korban mengantar ke suatu tempat di kawasan Jalan Dukuh Kupang Timur, Sawahan, Surabaya.

Di lokasi tersebut, korban dijanjikan bakal diberi uang pelunasan biaya bungkusan makanan. 

"Pelaku meminta tolong teman saya Hilman untuk mengantar ambil uang," katanya saat dihubungi awak media, Rabu (20/10/2021).

Namun, iming-iming dari dua oknum pelanggan tersebut belakangan diketahui hanyalah isapan jempol belaka. 

Hal itu terbukti, saat korban ternyata diturunkan di tengah jalan, dalam keadaan tidak sadar atau linglung. Dan motor milik korban, juga raib tak juntrung arah.

Pascainsiden, Devi mengungkapkan, sudah melaporkannya ke markas kepolisian setempat. 

Namun, karena masih membutuhkan sejumlah berkas bukti keabsahan kepemilikan kendaraan.

Sehingga, pada waktu itu, ungkap Devi, pelaporan masih bersifat lisan.

"Kejadian gendam di daerah Dukuh Kupang Timur sekitar pukul 15.30 WIB. Korban ditinggal, motornya dibawa lari," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved