Breaking News:

Berita Bangkalan

Jalan Lintas Selatan Melintasi Ribuan Pemukiman & Sawah, Bappeda Bangkalan : APBD Kami Tidak Sanggup

kebutuhan lahan proyek JLS khusus Bangkalan yakni sepanjang 30,16 Km, Hasil kajian memperkirakan akan melewati sedikitnya 2.000 pemukiman

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kepala Bidang Infrastruktur Kewilayahan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangkalan, Felgi Surya Prana menunjukkan titik-titik yang dilewati rencana pembangunan jalan nasional lintas selatan Bangkalan-Sampang yang diamanahkan Perpres 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Pulau Madura. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Percepatan pembangunan ekonomi di Pulau Madura melalui pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) Bangkalan-Sampang terus digodok. Terbaru, para pemangku kebijakan di empat kabupaten, Provinsi Jatim, hingga Pemerintah Pusat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) JLS Madura di Kabupaten Pamekasan, Kamis (21/10/2021).

Berdasarkan Feasibility Study (FS) yang dilakukan Badan Perencanaan dan Pembangunan Provinsi (Bappeprov)  Jawa Timur, kebutuhan lahan proyek JLS khusus Bangkalan yakni sepanjang 30,16 Km. Hasil kajian memperkirakan akan melewati sedikitnya 2.000 pemukiman, 28 ribu meter persegi tegalan, dan 5 ribu meter persegi area persawahan. Hal itu.

“Kalau untuk pembebasan lahan diserahkan ke Kabupaten Bangkalan, APBD kami tidak sanggup. Harus ada intervensi dari Pemprov dan Pusat,” ungkap Kepala Bidang Infrastruktur Kewilayahan Bappeda Kabupaten Bangkalan, Felgi Surya Prana kepada Surya usai mengikuti Rakor JLS Madura.

Ia menjelaskan, sejauh ini pembangunan JLS di Kabupaten Sampang sepanjang 27,61 Km sudah hampir rampung karena telah memulai perencanaan sejak tahun 2007 silam. Sisanya, sepanjang 30,16 Km akan dibangun Kabupaten Bangkalan mulai dari akses Suramadu, Kecamatan Labang, Kwanyar, hingga Kecamatan Modung.

Baca juga: Buntut Pembakaran Pria di Bangkalan, Dua Tersangka Ditetapkan Polisi, Terungkap Cara Pelaku

“Dalam Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 80 Tahun 2019 disebutkan, pembangunan JLS untuk Bangkalan diproyeksikan menelan anggaran senilai Rp 300 miliar. Namun kebutuhan anggaran berdasarkan hasil kajian FS (Feasibility Study) Bappeprov Jatim diproyeksikan senilai Rp 700 miliar,” jelas Felgi.

Pembangunan JLS Bangkalan-Sampang diharapkan nantinya akan memudahkan interaksi ekonomi antar masyarakat di dua kabupaten tersebut. Selama ini, masyarakat Sreseh, Sampang dengan masyarakat Modung, Bangkalan hanya terpisahkan oleh sungai.

“Jadi ketika masyarakat Sreseh hendak ke Modung, harus memutar jauh melewati Kecamatan Blega. Karena itu, nantinya JLS akan terhubung oleh jembatan melintasi sungai. Jembatan akan dibangun Pemkab Sampang,” papar Felgi.

Dalam kesempatan Rakor JLS Madura itu, hadir Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim, Bappeda Provinsi Jatim, Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional Wilayah Jatim dan Bali, hingga empat pemkab di Pulau Madura.  

“Perkembangan terkait progress rencana pembangunan JLS khusus Bangkalan, yakni untuk DED (Detailed Engineering Detail) akan disusun Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim dan diajukan tahun 2022,” katanya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo pada 20 November 2019 meneken Perpres Nomor 80 Tahun 2019 untuk Percepatan Pembangunan Ekonomi di Pulau Madura. Kabupaten Bangkalan diplot sebagai bagian dari Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 dalam konsep Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved