Breaking News:

Berita Surabaya

Turun ke Level 1 Kota Surabaya Mulai Relaksasi Wisata, 3 Museum akan Dibuka dan THP Kenjeran

PPKM di Surabaya masuk level 1 sejak Selasa (19/10/2021), dengan ini sejumlah relaksasi di sektor wisata mulai dibuka

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/BOBBY KOLOWAY
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan Museum Olahraga. Museum ini rencananya akan kembali dibuka dalam waktu dekat. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penurunan level PPKM di Surabaya akan diikuti dengan pembukaan kembali sejumlah tempat wisata. Rencananya, hal ini akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Untuk diketahui, PPKM di Surabaya masuk level 1 sejak Selasa (19/10/2021) setelah sebelumnya berada di level 3. Dengan adanya penurunan level tersebut, maka akan sejumlah relaksasi di sektor wisata

Dinas Pariwisata Surabaya saat ini juga telah menerima hasil asesmen sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE) di Kementerian Pariwisata. Isinya, tempat wisata di Surabaya telah lolos asesmen.

"Pariwisata di Surabaya sudah mendapat (sertifikat) CHSE. Prinsipnya, sudah memenuhi syarat tentang kebersihan, tentang lingkungan, maupun tentang kesehatannya," kata Kepala Disbudpar Surabaya, Antiek Sugiharti dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (21/10/2021). 

Sekalipun Surabaya telah berada di level 1 PPKM dan lolos asesmen, tempat wisata di Surabaya nantinya akan dibuka secara bertahap. Pada tahap awal, akan ada 3 Museum yang dibuka, yakni: Museum Sepuluh November, Museum Pendidikan, dan Museum Olahraga.

Baca juga: Sejumlah Taman di Surabaya Bakal Dibuka Sambut PPKM Level 1, Taman Bungkul Belum? ini Alasannya

Selain itu, ada juga sejumlah wisata air. Di antaranya, Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran dan Wisata Air Kalimas. "Kami rencanakan masing-masing tempat dalam waktu dekat," katanya. 

Pemilihan tempat wisata ini juga mempertimbangkan aspek administrasi dan fasilitas penunjang protokol kesehatan. "Untuk yang paling siap, masing-masing tempat ini. Di luar ini, akan menyusul karena masih ada administrasi yang harus dilengkapi," katanya. 

Pada ujicoba pembukaan tempat wisata tersebut, akan ada sejumlah protokol kesehatan yang wajib dijalani. Di antaranya, pembatasan jumlah pengunjung (maksimal 25 persen), pemakaian masker, hingga penggunaan aplikasi PeduliLindungi. 

Dengan kata lain, pengunjung dewasa harus telah menerima vaksin. "Untuk anak-anak diperbolehkan masuk namun tetap dengan didampingi orang tua," katanya. 

Masing-masing tempat juga dilengkapi dengan fasilitas protokol kesehatan. Selain barcode PeduliLindungi, juga tempat cuci tangan hingga pengukur suhu tubuh. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved