Kamis, 7 Mei 2026

Berita Terpopuler Madura

BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI - Peringatan Hari Santri hingga Hotel Bintang 4 di Sumenep

Berita Madura terpopuler Sabtu 23 Oktober 2021 hari ini dibuka dengan peringatan Hari Santri Nasional di Pamekasan.

Tayang:
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memberikan sambutan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jum'at (22/10/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Berita Madura terpopuler pada Sabtu 23 Oktober 2021 hari ini.

Sejumlah berita menarik dari wilayah Madura tersaji dalam Berita Madura terpopuler hari ini.

Berita Madura terpopuler hari ini dibuka dengan peringatan Hari Santri Nasional di Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengajak para santri agar mengisi hari santri dan aktifitas kesehariannya dengan kegiatan yang bermakna untuk kemajuan bangsa dan negara.

Berita selanjutnya, Sumenep bakal punya hotel bintang 4 bernama Myze Hotel Sumenep.

Myze Hotel Sumenep berdiri di sebelah utara simpang tiga Jalan Arya Wiraraja atau arah ke Terminal Sumenep.

Polres Sampang telah menetapkan satu nama sebagai tersangka kasus dugaan rudapaksa gadis muda menutup Berita Madura terpopuler hari ini.

1. Bupati Pamekasan Ajak Santri Berprestasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat menggelar apel bersama memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jum'at (22/10/2021).

Apel HSN tersebut dihadiri para alim ulama, organisasi masyarakat (ormas), baik NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad dan beberapa ormas lainnya, serta santri dari perwakilan pondok pesantren di bumi Gerbang Salam. 

Saat apel HSN ini, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bertindak sebagai pembina apel.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam sambutannya menyampaikan, perjuangan kaum santri dan alim ulama sebelum era reformasi banyak tidak dimunculkan oleh pemerintah, meskipun telah memiliki banyak kontribusi terhadap kemerdekaan Indonesia.

Kata dia, resolusi jihad yang dikumandangkan oleh KH. Hasyim Asy'ari beserta para ulama di Jawa dan Madura di bawah naungan Nahdlatul Ulama tidak diakui oleh negara. 

Namun, Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 akhirnya menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional setelah mendapat masukan dan gagasan dari para ulama, terutama di Jawa Timur.

"Hari ini kita rasakan bersama selama enam tahun terakhir, mulai tahun 2015. Santri di Indonesia diakui oleh negara atas perjuangannya ikut bagian dari memerdekakan Indonesia," katanya.

Menurutnya, penetapan hari santri nasional yang dirayakan setiap tahun di lingkungan pemerintah kabupaten dan pondok pesantren telah dirasakan bersama bahwa santri mempunyai kontribusi besar dalam berdirinya negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

"Hari ini, nikmat legitimasi dari negara sudah kita rasakan. Enam tahun yang lalu kita berjuang bersama untuk mendapatkan pengakuan legitimasi hari santri. Karenanya, syukur sedalam dalamnya atas ikhtiar pengakuan dari pemerintah kepada santri dan perjuangan resolusi jihad," ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut mengajak para santri agar mengisi hari santri dan aktifitas kesehariannya dengan kegiatan yang bermakna untuk kemajuan bangsa dan negara.

"Hari ini tinggal kemudian tugas utama kita adalah mengisi kehidupan alam demokrasi dan kebebasan ini dengan sesuatu yang bermakna bagi kita, pesantren, bangsa dan bagi negara," pungkasnya.

2. Sumenep Bakal Punya Hotel Bintang 4

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi melakukan peletakan batu pertama hotel bintang 4 yang akan segera berdiri di Kabupaten Sumenep, yakni Myze Hotel Sumenep, Jumat (22/10/2021).

Ground Breaking Myze Hotel Sumenep dilakukan Achmad Fauzi bersama Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah yang disaksikan langsung MH Said Abdullah dan manajemen Luminor Hotel dari Waringin Hospitality Hotel Group.

Myze Hotel Sumenep berdiri di sebelah utara simpang tiga Jalan Arya Wiraraja atau arah ke Terminal Sumenep.

Dalam kesempatan itu, Achmad Fauzi mengucapkan terima kasih telah diundang dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Myze Hotel Sumenep by Luminor milik MH Said Abdullah dkk.

Achmad Fauzi berharap, hadirnya Myze Hotel Sumenep akan menambah fasilitas hotel dan penginapan guna menyediakan akomodasi yang nyaman bagi para tamu dan wisatawan.

"Sebelum pandemi Covid-19, Sumenep selalu kedatangan kapal pesiar. Namun mereka hanya bertahan 2 hari karena belum tersedianya hotel bintang 4," tutur Achmad Fauzi dalam sambutannya.

Dengan hadirnya Myze Hotel Sumenep ini, ungkap dia, ada harapan para tamu dan wisatawan akan semakin sering berkunjung dan bisa berlama-lama di Kota Keris.

Atas nama Pemkab Sumenep, pihaknya terus mendorong investor untuk berinvestasi di Sumenep guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena investasi seperti Myze Hotel Sumenep tersebut tentu akan menyedot pekerja lokal.

"Dari itu dengan hadirnya hotel bintang 4 ini, saya berharap pembangunannya ke depan lancar dan cepat selesai agar fasilitas hotel bintang 4 ini segera bisa dinikmati oleh para tamu dan wisatawan," harapnya.

Terpisah, FX Tommy Kurniawan selaku perwakilan WaringinHospitality Hotel Group mengaku bangga ground breaking Myze Hotel by Luminor itu dihadiri langsung Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Dewi Khalifah.

Pihaknya menerangkan bahwa Waringin Hospitality Hotel Group kata Tommy sapaan akrapnya, memiliki 26 hotel di seluruh Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Bandung, Surabaya dan Banjarmasin.

"Melihat Sumenep sedang berkembang, terutama dengan destinasi wisata yang banyak sekali, kami ingin bersinergi untuk mengembangkan Sumenep dengan menyediakan akomodasi yang nyaman pada tamu," kata Tommy dalam kesempatan itu.

Pihaknya meyakini dengan hadirnya Myze Hotel bisa membawa Kabupaten Sumenep bersaing dengan kota-kota lainnya dalam menyediakan fasilitas akomodasi bagi para tamu dan wisatawan.

"Selamat atas groundbreaking Myze Hotel by Luminor, semoga pembangunannya lancar," kata Tommy.

Owner Myze Hotel Sumenep, MH Said Abdullah mengaku bahwa dirinya bukanlah pemilik tunggal dari hotel yang pembangunannya digarap oleh ISTAKA tersebut.

"Ownernya Myze hotel tidak tunggal. Saya tidak sendiri, maka owner Myze Hotel ini yang benar adalah milik Said Abdullah dan kawan-kawan. Karena ini (Myze Hotel) dibangun bersama para investor," kata MH Said Abdullah.

Ketua Banggar DPR RI itu menjelaskan, pembangunan Myze Hotel by Luminor merupakan bagian dari "nawaitu" membangun Madura.

"Nawaitu membangun Madura," tambahnya.

Senior politisi DPC PDI Perjuangan Sumenep ini bercerita, bahwa dirinya memang berusaha mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk membangun Madura. Alasan utamanya, karena dia dibesarkan di tanah Madura.

"Maka ukurannya bukan untung rugi, tapi menambah tenaga kerja kita. Kesejahteraan masyarakat kita jauh lebih penting dari motif ekonomi," tuturnya.

Penamaan Myze Hotel Sumenep tersebut diambil dari nama anak bungsu atau ketiganya, yakni Myze yang akrab disapa Zeze.

Pantauan TribunMadura.com di lokasi pembangunan Myze Hotel yang melepas balon peresmian pembangunan Myze Hotel Sumenep itu putrinya sendiri setelah peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumenep.

3. Kasus Rudapaksa Gadis Muda Sampang, Polisi Tetapkan 1 Nama Tersangka

Kasus dugaan rudapaksa yang dialami gadis muda berinisial AJ (18) warga Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, mengalami perkembangan.

Polres Sampang telah menetapkan satu nama sebagai tersangka kasus dugaan rudapaksa tersebut.

Penetapan tersangka dilakukan setelah menyidik Polres Sampang mendapat keterangan valid dari seorang saksi.

"Saksi itu merupakan anak dari terlapor (tersangka)," kata Kasat Reskrim polres Sampang, AKP Sudaryanto, Jumat (22/10/2021).

"Bahkan upaya mendatangkan sudah dilakukan dua kali tapi tak kunjung datang," sambung dia.

AKP Sudaryanto mengatakan, pihaknya kini fokus melakukan pengejaran terhadap tersangka yang belum diketahui keberadaannya.

Adapun tersangka merupakan Mat Hori (45), yang tidak lain adalah tetangga dari korban.

"Dalam mencari keberadaan tersangka juga dibantu oleh keluarga korban yang kebetulan seorang anggota polisi di Bangkalan, mudah-mudahan informasi yang didapat A1," tutup AKP Sudaryanto.

Untuk diketahui, aksi bejat tersangka dilakukan saat korban bermalam di kediamannya pada (9/10/2021).

Kala itu, putri dari tersangka yang mengajak korban untuk bermalam karena ketakutan, mengingat ibunya sedang ngelayat ke luar desa.

Melihat kesempatan itu, tersangka beraksi saat korban tertidur pulas, bahkan menutup wajah korban dengan bantal.

Pada akhirnya diketahui oleh putrinya sendiri sehingga berteriak ke luar rumah untuk membangunkan tetangga.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved