Breaking News:

Berita Malang

Gus Idris Al Marbawi Resmi Ditahan Karena Kasus Video Hoaks, Begini Reaksi Perwakilan NU Malang

Idris Al Marbawi resmi ditahan karena kasus dugaan video hoaks penembakan ulama.

youtube gus idris official
Gus Idris Al Marbawi 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang resmi menahan Idris Al Marbawi karena kasus dugaan video hoaks penembakan ulama yang sempat viral di YouTube beberapa waktu lalu.

Idris Al Marbawi digelandang petugas menuju Lapas Lowokwaru, Kota Malang, pada Kamis (21/11/2021).

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Edi Handojo.

Kata Edi, penahanan terhadap Idris Al Marbawi merupakan bentuk rasa keadilan setelah asisten Idris berinisial YF telah ditahan terlebih dahulu.

YF merupakan sosok yang berpengaruh dalam pembuatan konten-konten YouTube Gus Idris Official.

"Ditahan sejak Kamis. Artinya tidak boleh di rumah, asistennya ditahan,"

"Penahanan ini merupakan rasa keadilan. Saat ini menunggu pelimpahan di pengadilan ada waktu 20 hari," terang Edi ketika dikonfirmasi, Jumat (22/10/2021) malam.

Sementara itu, Perwakilan Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang, Zulham Mubarok mendukung penuh langkah yang dilakukan aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta dalam kasus yang dialami Idris Al Marbawi.

Ia berharap, penegak hukum melakukan penindakan sesuai regulasi yang berlaku.

"Mendorong sikap-sikap penegakan hukum sesuai regulasi yang berlaku," beber Zulham.

Zulham yang turut menjadi pelapor merasa diserang secara personal dari para pengikut setia Idris di media sosial.

"Karena Idris yang merupakan influencer dengan jutaan subscriber ini, yang rentan saya sebagai pelapor. Akhirnya saya didoxing oleh mereka (subsriber Idris)," kata dia.

"Padahal gerakan (pelaporan) yang saya lakukan itu atas nama Nahdlatul Ulama. Tapi yang diserang pribadi saya," keluhnya.

Kendati menyesalkan kelakuan Idris yang menurutnya tak benar, Zulham berharap Idris kembali ke jalan yang benar.

"Saya hormati penegakan hukum. Semoga Idris bisa menemukan kembali ritme kehidupannya yang hilang. Karena berdakwah dengan kaedah ketimuran," tutupnya. (ew)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved