Berita Tuban

Tangis Korban Penipuan Kelinci Fiktif, Curhat Uang Lamaran Tak Kunjung Kembali, ini Modus Pelaku

Aksi penipuan jual beli fiktif dan investasi bodong yang diposting di Facebook itu, dilakukan tersebut sudah berlangsung tiga tahun terakhir

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Aqwamit Torik
Kolase TribunMadura.com (Sumber: Depositphotos dan Mochamad Sudarsono)
Ilustrasi kelinci (kiri) dan pertemuan antara pelaku dan korban penipuan jual beli kelinci fiktif di Tuban (kanan) 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Korban penipuan jual beli kelinci fiktif ini menangis saat mengetahui uangnya menjadi sasaran penipuan.

Korban mengaku uang tersebut hendak digunakan untuk lamaran.

Ternyata, ia merupakan salah satu korban jual beli kelinci fiktif dan investasi bodong yang diposting di Facebook.

Pelaku merupakan Giyang Mihdiyan Arifta Putra (28), warga Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Diketahui, bermodal kelinci ia berhasil memperdaya puluhan korbannya hingga meraup keuntungan miliaran rupiah.

Pasalnya, aksi penipuan jual beli fiktif dan investasi bodong yang dilakukan tersebut sudah berlangsung tiga tahun terakhir, tepatnya sejak 2018.

Baca juga: Modus Baru Penipuan Incar Para Pencari Kerja, Tawarkan Pekerjaan hingga Bawa Harga Benda Korbannya

Namun aksi pelaku kini berakhir, setelah pria tersebut diamankan Polsek Jenu.

Kapolsek Jenu, AKP Rukimin mengatakan, dalam menjalankan aksinya pelaku bermodus menawarkan kelinci melalui media sosial Facebook dengan akun bernama Giank Muchdian Arifta Putra.

Pelaku mensiasati pembelian pertama dan kedua lancar, kemudian pada pembelian berikutnya pelaku terus berkelit hingga akhirnya tidak mengirimkan kelinci.

"Korban yang geram melaporkan kasus tersebut ke polisi, pelaku saat ini sudah kita amankan. Korban beli sebanyak 30 ekor, namun yang dikirim hanya dua kelinci," ujarnya di Mapolsek, Jumat (22/10/2021).

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata pelaku tak hanya menipu jualan kelinci saja, namun juga melakukan investasi bodong untuk bisnis ternak.

Sementara untuk kerugian korban bermacam-macam, mulai ada yang jutaan sampai dengan ratusan juta.

Saat ini polisi masih mendata para korban yang telah menjadi sasaran penipuan dari pelaku.

Guna kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut, pelaku kini diamankan di Polsek Jenu.

Halaman
1234
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved