Tagar PecatYaqut Trending Topic, Ini Awal Mula Polemik soal Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil

Tagar #PecatYaqut menjadi trending topic Twitter ini merupakan buntut dari pernyataan Menag Yaqut terkait Kementerian Agama (Kemenag).

Penulis: Ayu Mufidah | Editor: Mujib Anwar
twitter dan istimewa
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi trending topic Twitter Indonesia karena pernyataannya terkait Kementerian Agama (Kemenag). 

Sedangkan kelompok nasionalis meminta tujuh kata tersebut dihilangkan.

"Kemudian lahir Kemeterian Agama karena itu. Wajar sekarang kalau kita sekarang minta Dirjen Pesantren kemudian kita banyak mengafirmasi pesantren dan santri juga. Wajar saja. Tidak ada yang salah," kata Yaqut.

"Ada lagi yang mempermasalahkan kenapa mengafirmasi Kristen, Katolik, Hindu, Budha. Saya bilang NU itu banyak dan besar. Banyak umatnya dan besar secara fisik badannya. Orang yang besar itu cenderung selalu melindungi yang lemah, yang kecil dan itu sifat NU," tutur Yaqut.

Karena itu, Yaqut mengatakan sikap Kemenag yang mengayomi semua agama justru menegaskan semangat NU yang sesungguhnya.

"Kalau sekarang Kemenag menjadi kementerian semua agama, itu bukan menghilangkan NU-nya tapi justru menegaskan ke-NU-annya. NU itu terkenal paling toleran, moderat. Saya kira tidak ada yang salah. Saya kira itu menjadi landasan cara berpikir kami di Kemenag sekarang," lanjut dia.

Sementara itu, diberikan Kompas.com, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyayangkan pernyataan Menag Yaqut yang mengatakan bahwa Kementerian Agama merupakan hadiah khusus dari negara untuk Nahdlatul Ulama (NU), bukan untuk umat Islam secara umum.

"Mestinya Menteri Agama berlaku adil kepada semua umat beragama dan organisasi keagamaan," ujar Abdul kepada Kompas.com, Minggu (24/10/2021).

Abdul juga mengaku tidak mengetahui maksud dan tujuan Yaqut menyampaikan pernyataan tersebut.

Ditambah lagi, sejarah Kemenag yang diceritakan Yaqut dalam kesempatan itu dinilainya bertentangan dengan sejarah Kemenag yang selama ini diketahuinya.

"Saya tidak tahu apa maksud dan tujuan menteri agama membuat pernyataan tersebut," kata dia.

"Setahu saya sejarah Kementerian Agama berbeda dengan yang disampaikan oleh Menteri Agama," lanjut Abdul.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menag Yaqut: Kemenag adalah Hadiah Negara untuk NU"dan "Tanggapan Muhammadiyah soal Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU"

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved