Breaking News:

Berita Bangkalan

Ibu Muda di Bangkalan ‘Tergelincir’ Licinnya Minyak Rp206 Juta, Kini Meringkuk di Balik Jeruji Besi

Mengenakan kaos tahanan berwarna orange dan jilbab berwarna hitam, GMS hanya bisa menunduk di Mapolres Bangkalan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino didampingi Kasat Reskrim AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo dan Kasi Humas Iptu Sucipto membeberkan sejumlah barang bukti kasus dugaan penggelapan dengan tersangka ibu muda, GMS (28), warga Kelurahan Kraton, Kota Bangkalan dalam gelar Pers Rilis di Mapolres Bangkalan 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Seorang ibu muda berinisial GMS (28), warga Kelurahan Kraton harus mendekam di balik jeruji setelah Sat Reskrim Polres Bangkalan menetapkan status tersangka atas dugaan kasus penggelapan minyak goreng senilai total Rp 206 juta.

Mengenakan kaos tahanan berwarna orange dan jilbab berwarna hitam, GMS hanya bisa menunduk ketika dihadirkan dalam gelar Konferensi Pers di Mapolres Bangkalan, Jumat (28/10/2021).

“Setelah melewati serangkaian pemeriksaan dengan status saksi, akhirnya terlapor GMS, kami tetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penggelapan minyak goreng sebanyak 970 kardus dengan total nilai Rp 206.800.000,” ungkap Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino di hadapan awak media.

Barang bukti yang disita Sat Reskrim Polres Bangkalan berupa 5 lembar screenshot percakapan melalui layanan WhatsApp dari tersangka GMS, ponsel, dan 3 lembar bukti transfer tertanggal 20, 21, dan 22 Maret 2021.

Alith menjelaskan, kasus ini berawal ketika pelapor, AMZ (34), warga Kelurahan Demangan, Kota Bangkalan memesan sejumlah 940 kardus minyak goreng Sunco kepada tersangka GMS, Jumat (19/3/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kesepakatan terjadi dengan pelapor AMZ dengan total nilai Rp 140.650.000. GMS menjanjikan pesanan akan dikirim pada tanggal 2 April 2021. AMZ membayar secara bertahap sebanyak empat kali pembayaran dengan sistem transfer. 

Baca juga: MIRIS, Ibu di Kota Medan Pergoki Anaknya Dirudapaksa, Hanya Diam dan Minta Pelaku Belikan Iphone 11

Namun, lanjut Alith, pada tanggal 2 April 2021 GMS memberitahu AMZ perihal keterlambatan pengiriman pesanan minyak goreng dari Surabaya. Sepekan kemudian, 8 April 2021 pengiriman pesanan tidak kunjung terjadi.

“AMZ adalah korban penggelapan dengan kerugian senilai Rp 140.650.00. Sedangkan korban, AMA menderita kerugian senilai Rp 66.150.000. Kasus dan modusnya sama, dimungkinkan ada korban lain. Tetapi baru dua orang yang melapor,” jelas Alith.

Di hadapan penyidik Sat Reskrim Polres Bangkalan, GMS mengaku uang dari hasil kejahatannya telah ludes untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

“Kami menunggu apakah korban lain yang ingin melapor. Jumlah korban atas kasus penggelapan dengan tersangka GMS hingga saat ini masih dua orang. Kami belum tahu berapa jumlah korbannya, namun baru dua orang yang melapor kepada kami,” pungkas perwira menengah kelahiran Surabaya itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved