Berita Malang

Anak di Bawah Usia 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Okupansi Pusat Perbelanjaan di Malang Raya Meningkat

Kebijakan anak di bawah usia 12 tahun diizinkan memasuki pusat perbelanjaan berdampak langsung pada okupansi sejumlah mal di Malang Raya.

TRIBUNMADURA.COM/HAYU YUDHA PRABOWO
Sejumlah anak bersama orang tuanya mulai beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Veteran, Kota Malang, Selasa (19/10/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Okupansi sejumlah mal di Malang Raya mengalami peningkatan.

Hal ini menyusul adanya kebijakan anak di bawah usia 12 tahun diizinkan memasuki pusat perbelanjaan.

"Setelah adanya kebijakan anak-anak diizinkan masuk mal, berdampak terhadap peningkatan okupansi mal," kata Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya, Suwanto, Minggu (31/10/2021).

"Waktu masih dilarang, okupansi di angka 30 persen. Namun untuk sekarang, bisa sampai 50 persen," sambung dia.

Suwanto menyebut, seperti mal yang ada di Kota Malang yaitu Malang Town Square.

Saat akhir pekan, jumlah kunjungan dapat mencapai 30 ribu orang.

Sedangkan mal di Kota Batu, yakni Lippo Plaza Batu dapat mencapai jumlah kunjungan 10 ribu orang saat akhir pekan.

"Kalau hari-hari biasa di luar akhir pekan, rata-rata kunjungan mencapai tiga ribu orang lebih," tambahnya.

Ia mengungkapkan, peningkatan jumlah kunjungan ke sejumlah mal di Malang Raya, dipengaruhi oleh kebijakan diizinkannya bioskop untuk beroperasi kembali.

Sehingga, bioskop yang mengambil tenant di dalam mal juga ikut terdampak terkait peningkatan okupansi.

"Sekarang bioskop sudah buka dan anak-anak juga boleh masuk. Biasanya, pengunjung bioskop itu 15 orang, saat ini naik jadi 30 sampai 45 orang," jelasnya.

Sementara itu, Mall Director Malang Town Square (Matos), Fifi Trisjanti mengungkapkan, bahwa saat ini ada peningkatan okupansi sejak adanya kebijakan anak-anak diizinkan masuk mal.

Sejak awal uji coba beberapa bulan lalu, okupansi Matos berada di kisaran 10 hingga 30 persen, tapi saat ini meningkat menjadi 50 persen.

"Dengan kebijakan ini, pasti menaikkan okupansi kami. Kalau bergairah seperti ini, akhirnya semua mau usaha di mal," terangnya.

Meski mengalami peningkatan okupansi, pihaknya juga mengharapkan kerjasama dari para orangtua yang membawa anaknya ke mal. Untuk tetap selalu memberikan pengawasan ketat dan mematuhi protokol kesehatan.

"Orang.tua tetap harus pakai aplikasi PeduliLindungi. Anak ke mal, pasti orang tua juga ikut. Tentunya, peran orang tua harus mengawasi dan tetap melindungi anak-anaknya dalam protokol kesehatan," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved