Banjir Bandang

Mensos Risma Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Kota Batu, Ungkap Soal Kondisi Pengungsian Hingga Stok

Setelah itu, Risma memberikan santunan kepada enam ahli waris korban meninggal dunia bencana banjir bandang tersebut.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kukuh Kurniawan
Menteri Sosial, Tri Rismaharini (berdiri dekat perempuan memakai baju merah) saat melakukan pengecekan dapur umum yang terletak di Kantor Balai Desa Bulukerto, Kota Batu 

TRIBUNMADURA.COM, BATU - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendatangi Kota Batu, pada Jumat (5/11/2021) sekitar pukul 22.45 WIB.

Dalam kunjungannya tersebut, perempuan yang akrab disapa Risma itu meninjau lokasi terdampak banjir bandang yang terletak di Dusun Gintung, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Dalam peninjauannya itu, Risma juga didampingi oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan, dan Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra.

Setelah itu, Risma memberikan santunan kepada enam ahli waris korban meninggal dunia bencana banjir bandang tersebut.

Kemudian, Risma bersama Forkopimda Kota Batu mengecek dapur umum yang berada di Kantor Balai Desa Bulukerto.

Baca juga: Kondisi Siska Pengasuh Anak Vanessa Angel dan Bibi Terungkap, Tom Liwafa Ungkap Kabar Terkini

Menteri Sosial, Tri Rismaharini meminta kepada semua kepala daerah untuk mengantisipasi ancaman fenomena La Nina.

Seperti diketahui, hujan lebat di Kota Batu pada Kamis (4/11/2021) hingga menyebabkan banjir bandang, disebabkan karena fenomena La Nina.

"Sebetulnya, mitigasi pertama yang harus dilakukan adalah seluruh daerah (kepala daerah) itu, mengecek kondisi wilayah yang rawan. Itu semua harus dicek dan disiapkan, supaya tidak ada korban. Memang kondisinya berat dan ini belum puncak, karena menurut BMKG, puncaknya pada bulan Januari Februari 2022. Jadi, artinya memang harus terus siaga," ujarnya kepada awak media, Jumat (5/11/2021).

Selain itu, Risma juga berencana akan melakukan pengalihan buffer stock, dari yang semula untuk Kota Batu, dialihkan ke Kota Malang.

Buffer stock adalah stok penyangga kebutuhan bahan bantuan sosial dalam penanganan pasca bencana.

"Disini (Kota Batu) ternyata sudah over, maksudnya pengungsi tidak terlalu banyak. Mereka rata rata sudah di keluarga masing masing. Dan ternyata di Kota Malang, pengungsinya cukup banyak, maka kemudian akan kita alihkan buffer stock ke Kota Malang. Tetapi sewaktu-waktu dibutuhkan, kami juga bisa kirim ke sini lagi (Kota Batu)," jelasnya.

Perlu diketahui, kejadian hujan deras di Kota Batu membuat debit Sungai Brantas meningkat. Akibatnya, Sungai Brantas meluap dan membuat tiga rumah di Kota Malang hanyut.

Warga Kota Malang yang berada di dekat bantaran Sungai Brantas pun langsung dievakuasi, kemudian diungsikan di tempat pengungsian.

Baca juga: Kilas Balik Pertempuran di Surabaya yang Kini Diperingati Sebagai Hari Pahlawan 10 November

"Buffer stock kita ada di Provinsi (Provinsi Jatim). Saya kira kalau nanti masih dibutuhkan, kita masih punya buffer stock di Provinsi," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Risma juga menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan BNPB. Terkait rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang.

"Nanti kita lihat, kami punya program perbaikan rumah. Cuma, saya akan komunikasikan dengan pihak BNPB agar tidak terjadi tumpang tindih. Karena sebenarnya, program itu untuk rumah tidak layak huni, sedangkan untuk kejadian bencana ada di BNPB," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved