Breaking News:

Vanessa Angel Meninggal

Sopir Vanessa Angel Langsung Meringkuk di Tahanan Polres Jombang Begini Penjelasan Polisi

Selain ditetapkan sebagai tersangka, Tubagus M Joddy juga sudah dilakukan penahanan yang dilakukan di Mapolres Jombang, pada malam harinya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Luhur Pambudi
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Mapolda Jatim saat menjelaskan kasus kecelakaan maut Vanessa Angel 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Tubagus Mohammad Joddy, sopir mendiang Vanessa Angel dan Febri Andriansyah atas insiden kecelakaan maut, di Tol Jombang, telah ditetapkan sebagai tersangka, pada Rabu (10/11/2021) sore.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, Tubagus M Joddy juga sudah dilakukan penahanan yang dilakukan di Mapolres Jombang, pada malam harinya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menerangkan, perubahan status terhadap Tubagus M Joddy, yang semula saksi menjadi tersangka didasarkan pada hasil gelar perkara kedua.

Gelar perkara kedua tersebut dilakukan penyidik Satlantas Polres Jombang dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jombang.

"Pada hari rabu itu juga saudara Joddy sudah dinyatakan sebagai tersangka," ujarnya di Gedung Humas Mapolda Jatim, Kamis (11/11/2021).

Perubahan status tersangka pada Tubagus M Joddy, ungkap Gatot, didasarkan pada sejumlah alat bukti temuan penyidik. 

Baca juga: Doddy Sudrajat Merinding Usai Tahu Ia Jadi Ahli Waris Asuransi Vanessa Angel, Sempat Lakukan ini

Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman, menerangkan, dua aspek pelanggaran yang menyebabkan status hukum sopir mobil dalam kecelakaan tersebut, menjadi tersangka.

Pertama, adanya pelanggaran ambang batas kecepatan yang melebihi aturan keselamatan 80 Km/jam. Latif mengungkapkan, si sopir mengaku melajukan kecepatan mobil 120 Km/jam.

"Kalau dia mengakui, 120 km/jam iya. Kita tidak mendasari pengakuan tapi menghitung secara matematis," ujar Latif saat ditemui awak media, konferensi pers.

Kedua, adanya aktivitas dilain diluar kegiatan mengemudi, yakni mengoperasikan ponsel. Si sopir sempat mengoperasikan ponsel pribadinya sebanyak dua kali, selama mengemudi.

Setelah dilakukan penyelidikan, si sopir mengaku, sedang menghubungi atau berkomunikasi dengan orantuanya; ayahanda, melalui pesan chat WhatsApp (WA).

"Pengakuannya, menghubungi orangtuanya. Kita akan melihat fakta penyidikan. Orangtua sudah kami periksa juga. Pengakuannya 2 kali," pungkasnya.

Kemudian, Joddy dikenakan Pasal 310 Ayat 4 UU RI No 22 Tentang Lalu Lintas, dengan ancamannya 6 tahun denda 12 juta.

Dan atau Pasal 311 Ayat 5 UU RI nomor 22 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya, dengan ancaman hukuman 12 tahun denda Rp24 juta.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved