Breaking News:

Berita Sampang

Diduga Menunggak Ratusan Pelanggan PDAM di Sampang Gigit Jari Salurannya Diputus

penutupan saluran air milik pelanggan tidak semerta-merta dilakukan, mengingat ada mekanisme yang berlaku, seperti pelanggan menunggak 3 bulan

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Kabupaten Sampang, Madura, Senin (15/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Seratus lebih pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Kabupaten Sampang, Madura gigit jari, Senin (15/11/2021).

Ini dikarenakan, PDAM Trunojoyo Sampang terpaksa memutus saluran air milik pelanggan tersebut.

Tindakan tegas itu dilakukan lantaran para pelanggan tidak kooperatif dalam mentaati aturan sebagai pelanggan.

Plt Manager Pelayanan Kepelangganan PDAM Sampang Zainal Arifin mengatakan, bahwa dari awal tahun hingga saat ini sudah ada sekitar 150 saluran air milik pelanggan yang sudah di tutup.

Menurutnya, penutupan saluran itu bersifat sementara sebab bila pelanggan kembali bersedia mentaati aturan yang sudah berlaku, maka saluran kembali dibuka.

Baca juga: Gubernur Khofifah Tinjau Pompa Air Pengendali Banjir di Sampang, ada Kondisi yang Tak Terduga

"Pelanggan harus membayar iuran setiap bulan sebagaimana pelanggan pada umunya," ujarnya.

Ia menambahkan, penutupan saluran air milik pelanggan tidak semerta-merta dilakukan, mengingat ada mekanisme yang berlaku, seperti pelanggan memiliki tunggakan tiga bulan. 

"Kalau dalam aturan, satu bulan sebelumnya tidak bayar harus ditutup, tapi kita masih memberikan toleransi kepada masyarakat," terang Zainal Arifin.

Di sisi lain, untuk meringankan beban para pelanggan, pihaknya memberikan keringanan pembayaran atau pelunasan dengan cara mencicil.

Cara pelunasan itu berlaku bagi pelanggan yang nunggak hingga puluhan juta dan nanyinya ada surat pernyataan, atau komitmen bahwa pelanggan benar-benar akan melakukan pembayaran.

"Bila pelanggan mengingkari pernyataan itu, terpaksa harus tutup," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved