Breaking News:

Berita Bangkalan

PT Pupuk Kaltim Jamin Pasokan Pupuk Non Subsidi untuk Petani Jagung Desa Alang-alang, Bangkalan

Peresmian Koperasi Produsen Tragah Jaya Maju merupakan program dari BI, UTM, dan Pemkab Bangkalan yang telah dituangkan dalam MoU pada 2019.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Asisten Direktur Bank Indonesia Jawa Timur, Harso Hutomo bersama Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni, MM, Ketua Klaster Jagung UTM, Dr Achmad Amzeri, SP, MP, dan Kepala Desa Alang-alang, Fahrur Rozi menggunting pita dalam peresmian Toko Petanian Koperasi Produsen Tragah Maju Jaya di Desa Alang-alang Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Senin (15/11/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kemitraan pemerintahan Desa Alang-alang, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan bersama PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) berbuah manis. Itu setelah Project Manager Agrosolution PT Pupuk Kaltim, Andrian RD Putera menjamin pasokan pupuk di Toko Pertanian Koperasi Produsen Tragah Maju Jaya.

Andrian hadir langsung dalam peresmian unit usaha bagi kelompok tani di Desa Alang-alang bersama Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni, MM, Asisten Direktur Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Harso Hutomo, Ketua Klaster Jagung Madura, Dr Achmad Amzeri, SP, MP, dan Kepala Desa (Kades) Tragah sekaligus Kepala Koperasi Produsen Tragah Maju Jaya, Fahrur Rozi, Senin (15/11/2021).

“Di tengah kelangkaan pupuk subsidi, kami PT Pupuk Indonesia berupaya menawarkan alternatif kepada petani untuk mendapatkan pupuk sesuai waktu dengan penggunaan pupuk non subsidi. Memang ada konsekuensi dengan penambahan biaya karena harganya jauh lebih mahal,” ungkap Andrian kepada Surya usai peresmian.  

Ia menjelaskan, pihaknya memang ditugaskan pemerintah untuk melayani kebutuhan pupuk subsidi maupun pupuk non subsidi di seluruh Indonesia serta melakukan program pembinaan petani di Jawa Timur bersama PT Petro Kimia Gresik dan PT Pusri.

Melalui Program Makmur PT Pupuk Indonesua yang dicanangkan Menteri BUMN, lanjutnya, pembinaan kepada petani dilakukan bersama para stakeholder di bawah binaan bupati, wali kota, dan gubernur di seluruh Indonesia dalam bingkai meningkatkan produktivitas pertanian terutama jagung serta meningkatkan pendapatan petani.

“Melalui Program Makmur ini kami akan berupaya mencarikan tambahan pendaann, permodalan petani untuk membeli pupuk non subsidi melalui perbankan atau dengan pihak lain yang bisa menekan biaya lebih murah dibandingkan dengan bunga-bunga komersial,” pungkasnya.

Desa Alang-alang menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Bangkalan sebagai desa binaan BI Jawa Timur, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dan Pemkab Bangkalan. Ketiga stakeholder itu bersepakat dalam Memorandum of Understading (MoU) pada 2019. Lahan demplot seluas 40 hektar di Desa Alang-alang di tahun ini mampu menghasilkan 5,7 ton Jagung Hibrida Madura.  

Koperasi Produsen Tragah Maju Jaya diwujudkan sebagai implementasi dari kesepakatan tersebut, Selain sebagai fasilitas dan wadah bagi para petani, koperasi itu juga menyediakan sarana produksi pertanian (saprodi), memberikan pendampingan, edukasi secara langsung, hingga mengurusi sektor hilir seperti off taker atau pembelian hasil pertanian.    

Ketua Klaster Jagung UTM, Dr Achmad Amzeri, SP, MP menyatakan, peresmian Koperasi Produsen Tragah Jaya Maju merupakan program dari BI, UTM, dan Pemkab Bangkalan yang telah dituangkan dalam MoU pada 2019.

“Kami berupaya meningkatkan produktivitas tanaman jagung yang memang menjadi potensi desa ini, kemudian di kelembagaannya dengan meresmikan unit usaha berupa Koperasi Produsen Tragah Maju Jaya,” ungkap Amzeri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved