Breaking News:

Berita Bangkalan

PT Pupuk Kaltim Jamin Pasokan Pupuk Non Subsidi untuk Petani Jagung Desa Alang-alang, Bangkalan

Peresmian Koperasi Produsen Tragah Jaya Maju merupakan program dari BI, UTM, dan Pemkab Bangkalan yang telah dituangkan dalam MoU pada 2019.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Asisten Direktur Bank Indonesia Jawa Timur, Harso Hutomo bersama Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni, MM, Ketua Klaster Jagung UTM, Dr Achmad Amzeri, SP, MP, dan Kepala Desa Alang-alang, Fahrur Rozi menggunting pita dalam peresmian Toko Petanian Koperasi Produsen Tragah Maju Jaya di Desa Alang-alang Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Senin (15/11/2021) 

Ia menjelaskan, pada tahun 2019 pihak UTM sudah mengidentifikasi bahwa jagung adalah sebuah potensi sekaligus sebuah masalah. Artinya, Pulau Madura sangat potensial dengan lahan tanam seluas 360 ribu hektar namun produksinya sangat rendah, 2,7 ton per hektar.

Perlahan, lanjutnya, produksi jagung merangkak naik sejumlah 4,5 ton per hektar dengan lahan tanam seluas 80 hektar. Produksi terus meningkat hingga mencapai 5,7 ton per hektar di tahun 2020 dengan lahan tanah seluas 100 hektar.

“Tahun depan produksi jagung ditarget sejumlah 6 ton per hektar. Di sisi lain, saat ini fokus kami juga tengah mengarah ke program turunan jagung. Tahun ini sudah ada program produk turunan atau diversifikan produk untuk petani jagung di Desa Alang-alang,” jelasnya.

Disinggung terkait pasar, Amzeri memastikan pihak koperasi juga berperan sebagai off taker atau pembelian hasil pertanian mengingat beberapa waktu sudah banyak pemesanan jagung. “Hanya saja saat itu kami tidak mampu secara berkelanjutan memenuhi permintaan,” pungkasnya.

Sementara Asisten Direktur Bank Indonesia Jawa Timur, Harso Hutomo mengatakan, terdapat tujuh komoditas di mana salah satunya adalah jagung yang menjadi fokus Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) BI Jawa Timur.

“Tujuh komoditas tersebut menjadi fokus tim terhadap bahan makanan yang cenderung rentan terpengaruh dengan fluktuatif harga. Sehingga memicu terjadinya inflasi yang berdampak terhadap daya beli masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, BI Jawa Timur telah bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi termasuk UTM terkait peningkatan produtivitas komoditas jagung dengan lahan demplot seluas 120 hektar yang terhampar dari Desa Alang-alang, Bangkalan hingga Kabupaten Sumenep.

“Niatan kami bagaimana bisa melakuka pemberdayaan kepada masyarakat. Sehingga ikon produk pangan dari Madura tetap bisa dipertahankan,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved