Breaking News:

Berita Jawa Timur

UMP Jatim 2022 Bakal Segera Diumumkan Pekan ini, Terungkap Rencana Besaran Kenaikannya

Sidang dewan pengupahan telah menghasilkan usulan dan rekomendasi besaran UMP Jawa Timur tahun 2022 untuk diajukan pada Gubernur Khofifah. 

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi gaji 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan segera mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 dalam pekan ini. 

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Himawan Estu Bagijo yang juga sekaligus Sekretaris Dewan Pengupahan Provinsi Jatim, mengatakan bahwa sidang dewan pengupahan telah dilakukan akhir pekan lalu. 

Sidang dewan pengupahan yang melibatkan tiga unsur yaitu pemerintah provinsi, unsur pekerja dan unsur pengusaha, telah menghasilkan usulan dan rekomendasi besaran UMP Jawa Timur tahun 2022 untuk diajukan pada Gubernur Khofifah. 

"Kami sudah bersidang pada Jumat yang lalu, dengan dibuka oleh ketua Dewan Pengupahan Provinsi. Dan dalam sidang itu disampaikan sejumlah data oleh petugas dari BPS rumusan mulai angka inflasi yoy, jumlah rata-rata keluarga yang bekerja dan elemen data yang dibutuhkan yang lain," kata Himawan, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Pemain asal Portugal ini Kembali ke Arema FC dan Bersiap Hadapi Persik Kediri, Ungkap Motivasi

Sedangkan dari Disnakertrans Jatim setelah mendapatkan data dari BPS dan juga berdasarkan rakor dengan kementerian yang dilakukan sudah beberapa kali, dan ditambahkan rumusan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, maka didapatkan angka untuk nominal usulan UMP Jatim tahun 2022.

"Diperoleh atau ditemukan kenaikan sekitar Rp 22.700 sekian untuk UMP tahun 2022. Berdasarkan itu, maka dari sidang Dewan Pengupahan diusulkan ke gubernur kenaikan UMP dari 1.868.777 ditambah Rp 22.700, maka menjadi Rp 1.891.477 sekian, hampir 2 juta," tegas Himawan. 

Lebih lanjut dalam sidang dewan pengupahan tersebut, memang diwarnai tidak setuju untuk kenaikan UMK dari kalangan pekerja.

Disampaikan Himawan, unsur pekerja meminta atau mengusulkan agar UMP Jatim tahun mendatang naik sekitar Rp 300 ribu.

Baca juga: Melihat Arah Isu Bursa Pilpres 2024, Seknas Jokowi Jatim Akui Masih Belum Tentukan Sikap Dukungan

"Ini kan usulan, jadi ya semua kita arsipkan di situ. Kita juga tanyakan dasarnya. Argumennya pertama untuk kenaikan Rp 300 ribu itu pertama mereka merasa adalah yang terdampak langsung dari pandemi covid-19. Maka butuh tambahan dari penghasilan," tegas Himawan. 

Argumen mereka yang kedua, menurut mereka dasar untuk penentuan pengupahan seharusnya tidak menggunakan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved