Breaking News:

Berita Bangkalan

BPBD Bangkalan Sebut Fenomena La Nina Diprediksi Lebih Ekstrem, Imbau Warga Waspada Bencana ini

Hasil rekaman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) yang menunjukkan, fenomena La Nina telah memasuki perairan Indonesia.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Awan mendung pekat menggelayut di langit sekitar akses menuju Jembatan Suramadu, Desa Alang-alang, Selasa (16/11/2021). BMKG merekam fenomena La Nina telah memasuki Indonesia akibat peningkatan suhu di permukaan Samudera Pasifik 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Cuaca ekstrem dengan karakter hujan lebat secara sporadis dan angin kencang disertai petir telah berlalu, seiring berakhirnya masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Kendati demikian, ancaman potensi bencana alam masih mengintai dari balik langit Kabupaten Bangkalan.

Kondisi tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris berdasarkan hasil rekaman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) yang menunjukkan, fenomena La Nina telah memasuki perairan Indonesia.

Rizal mengungkapkan, akhir Oktober kemarin seluruh wilayah di Indonesia telah mendapatkan peringatan dini dari BMKG terkait fenomena La Nina yang menyebabkan terjadinya peningkatan suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik.

Baca juga: Dikira TV sedang Diservis, Ternyata Fakta Berkata Lain, CCTV Dekat Rumah Ungkap Kejadian Sebenarnya

“Agak ekstrem dari tahun kemarin. La Nina memicu terjadinya peningkatan curah hujan 20-70 persen di atas rata-rata normal. Informasi-informasi terkait kebencanaan harus kami antisipasi,  kami waspadai,” ungkap Rizal kepada TribunMadura.com, Selasa (16/11/2021).

Peringatan dini BMKG terkait fenomena La Nina dengan potensi dampak-dampaknya telah diantisipasi BPBD Kabupaten Bangkalan.

Melalui gelar pasukan sekaligus simulasi tanggap bencana bersama TNI/Polri serta sejumlah dinas terkait di Mapolres Bangkalan, Jumat (15/10/2021), diharapkan bisa mengukur kesiapan SDM dan peralatan yang dibutuhkan saat penanganan bencana alam.

“Karena acaman potensi bencana hidrometerologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang, dan putting bisa terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Bangkalan,” jelas Rizal.

BPBD Kabupaten Bangkalan telah memetakan lima kecamatan sebagai wilayah rawan banjir, meliputi Kecamatan Blega, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Sepulu, dan Kecamatan Tajungbumi.

Empat kecamatan rawan bencana tanah longsor meliputi Kecamatan Galis, Kecamatan Konang, Kecamatan Geger, dan Kecamatan Kokop. Sedangkan delapan kecamatan rawan bencana angin kencang dan putting beliung meliputi Kecamatan Kota, Kecamatan Burneh, Kecamatan Labang, Kecamatan Socah, Kecamatan Labang, Kecamatan Modung, Kecamatan Kwanyar, hingga Kecamatan Blega.

Baca juga: Jangan asal Menyumbang ke Kotak Amal Yatim Piatu, BNPT Sebut Bisa Jadi ada Kedok di Baliknya

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved