Breaking News:

Berita Magetan

Jangan asal Menyumbang ke Kotak Amal Yatim Piatu, BNPT Sebut Bisa Jadi ada Kedok di Baliknya

Ditegaskan Boy, BNPT perlu kehati hatian terhadap pihak pihak yang menawarkan jasa sebagai penampung sumbangan atau pengepul sumbangan.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Doni Prasetyo
Kepala BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) Komjen Pol Boy Rafly Amar didampingi Bupati Magetan Suprawoto, di pendopo Surya Graha, Selasa (16/11). 

TRIBUNMADURA.COM, MAGETAN - Masyarakat diimbau untuk waspada saat menyumbang ke sebuah yayasan atau kotak amal yang mengatasnamakan Yayasan Yatim Piatu.

Bisa jadi, yayasan itu hanya kedok teroris untuk mencari dukungan dana.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan hal tersebut.

"Kejahatan di bidang terorisme, khususnya dibidang pendanaan terorisme. BNPT bekerjasama dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan)," kata Boy Rafly Amar kepada TribunMadura.com di pendopo Surya Graha, Kabupaten Magetan, Selasa (16/11).

Karena, lanjut Komjen Boy, masyarakat Kabupaten Magetan di minta waspada, karena pelaku terorisme mencari pendanaan dengan berbagai cara, salah satunya memanfaatkan nama Yayasan Yatim Piatu.

Baca juga: Anjing Menuju ke Makam Sambil Menggonggong Bikin Pemilik Curiga, ada Bungkusan di Bawah Pohon

"Sejumlah penyelenggara sumbangan dari umat yang disalahgunakan sudah dalam proses hukum. Jadi terkait masalah ini kita menghimbau kepada masyarakat, apakah juga swasta, dan pemerintah,"ujar Kepala BNPT Boy Rafly Amar.

Lanjut Komjen Boy Rafly Amar berpesan, masyarakat, instansi swasta dan pemerintah berhati hati dalam penyampaian dana sumbangannya.

"Karena umat, Kita tahu, bangsa yang sangat peduli untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yg lemah dalam berbagai bentuk kegiatan, apakah melalui kotak amal, dan sebagainya,"ujar Boy Rafly Amar.

Ditegaskan Boy, BNPT perlu kehati hatian terhadap pihak pihak yang menawarkan jasa sebagai penampung sumbangan atau pengepul sumbangan.

BNPT bekerjasama dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional).

BNPT sudah koordinasi dengan Baznas, juga dengan jajaran Kementerian.

Baca juga: Terungkap, Fakta Video Viral Seorang Advokat Hamburkan Uang Rp40 Juta di Mapolsek Kota Banyuwangi

"Kewaspadaan dana dana sumbangan itu. Kita tidak ingin ada dana dana sumbangan dari pemerintah yang dikelola melalui, contoh dengan BUMN, ini jangan salah alamat,"katanya.

Dikatakan Boy Rafly Amar, kerjasana dengan PPAT sudah berjalan, juga dengan aparat penegak hukum, upaya dalam penyelidikan, dan pengembangan, sebagai contoh terakhir yang ditangkap di Lampung.

"Penyelidikan dan pengembangan yang terakhir beberapa waktu lalu berhasil menangkap pelaku di Lampung. Itu sebagian sumbangan digunakan untuk memberangkatkan pemuda pemuda kita di Syria,"tandas Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafly Amar.(tyo).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved