Breaking News:

Berita Pamekasan

Komitmen Bupati Pamekasan tidak Mungkin Ada Toko Modern Baru Berdiri Selama Dirinya Menjabat

kebijakan yang tidak memihak terhadap para pemodal itu tentu mendapat tekanan yang luar biasa

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat belajar di Wamira Mart, Jalan Jokotole, Pamekasan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam berkomitmen tidak akan memberikan izin terhadap pendirian toko modern baru di kabupaten setempat.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut mengungkapkan, kebijakan yang tidak memihak terhadap para pemodal itu tentu mendapat tekanan yang luar biasa. 

Namun, tekanan bahkan intimidasi tersebut tetap ia hadapi demi keberpihakannya terhadap rakyat.

"Selama saya jadi bupati tidak mungkin ada toko modern baru berdiri, yang berdiri itu tidak berizin. Konsekuensinya berat pak, dan toko modern baru yang berdiri itu semuanya tanpa izin," kata Mas Tamam kepada TribunMadura.com, Rabu (17/11/2021).

Dia menegaskan, masyarakat Pamekasan bisa menilai sendiri toko modern yang telah mengantongi izin dari pemerintah daerah atau tidak. 

Baca juga: Manfaat Hadirnya Wamira Mart Dirasakan Warga Pamekasan, Fasilitator Ungkapkan Hal Ini

Sebab, meskipun ada toko modern baru berdiri selama periode 2018 sampai sekarang dipastikan tidak berizin.

"Kalau ada toko modern baru berdiri pada zaman saya (bupati), itu tanpa izin. Rakyat bisa hitung, mana yang tidak izin, dan mana yang tidak izin. Semua tidak ada izin," tegasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut harus ia ambil lantaran demi keberlangsungan toko-toko milik rakyat yang ada di sekitar lokasi. 

Mengingat, berdirinya toko modern tersebut akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

"Kenapa semua toko modern baru ini saya tidak beri izin, hasil penelitian LSI (Lembaga Survei Indonesia), satu toko modern berdiri, sepuluh sampai tiga puluh toko kelontongan tutup. Kalau sampai tiga puluh toko modern berdiri, berarti sekitar tiga ratus toko kelontongan tutup. Tiga ratus ini orang miskin baru nanti," jelasnya.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode ini menambahkan, pihaknya mendirikan  warung milik rakyat (wamira) mart sebagai solusi ditutupnya perizinan toko modern baru. 

Wamira Mart tersebut akan menjual produk lokal Pamekasan, baik produk dari wirausaha baru (WUB), atau produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) lainnya.

"Wamira Mart ini menjadi alternatif model kerja sama kemitraan antara pemerintah dengan rakyat, nanti toko kelontongan yang ada kita branding, kasih tulisan, nanti ajukan untuk nanti bisa didorong mendapat bantuan etalase, serta manajemennya," inginnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menginginkan kemitraan strategis antara rakyat dengan pemerintah tersebut bisa mendorong kemandirian ekonomi dari UMKM milik masyarakat bumi Gerbang Salam.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved