Breaking News:

Berita Surabaya

Kurir di Surabaya Ini Curi 46 Tabung Elpiji, Bikin Duplikat Kunci dan Rekayasa Pencurian Bohongan

Kurir jasa pengiriman tabung gas elpiji ini nekat mencuri 46 tabung elpiji berukuran 3 kg, di sebuah gudang penyimpanan tabung elpiji

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
pelaku pencurian tabung elpiji Ruadi saat dikeler ke Mapolsek Sukomanunggal, dan barang bukti. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA -'Air susu dibalas dengan air tuba' sepertinya menjadi peribahasa yang tepat menggambarkan kelakuan Ruadi (33) warga Lamongan ini.

Kurir jasa pengiriman tabung gas elpiji ini nekat mencuri 46 tabung elpiji berukuran 3 kg, di sebuah gudang penyimpanan tabung elpiji ditempatnya bekerja.

Modusnya, Ruadi menggandakan (duplikasi) kunci pintu gudang penyimpanan tabung elpiji, agar bisa membuka pintu gudang sewaktu-waktu dikala beraksi.

Cara Ruadi memperoleh kunci utama untuk diduplikasi, ternyata dengan menyalahgunakan kewenangannya sebagai kurir yang memegang kunci utama pintu gudang, dan sebuah kendaraan roda tiga atau 'fukuda'.

Sehingga, hal itu memudahkannya dalam mencuri 46 tabung elpiji, yang terdiri dari 22 tabung kosong, dan 24 tabung berisi gas, menggunakan kendaraan roda tiga.

Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya Iptu Philips R Lopung menerangkan, selama menjalankan aksi, pelaku juga berupaya menghindarkan diri dari kecurigaan si pemilik gudang, ataupun aparat berwajib.

Baca juga: 4 Elpiji Hilang Usai Ditinggal Mandi, Cek CCTV Ternyata Digondol Maling Pakai Ronjot

Caranya, pelaku sempat merekayasa adanya aksi pembobolan yang dilakukan oleh pelaku dari orang tak dikenal, dengan cara membuka pintu bagian belakang gudang dan membuang tabung elpiji ke area luar gudang.

"Mengaburkan modus dengan cara membuka pintu belakang dan membuang 1 tabung gas LPG 3 kg yang tidak berisi gas," ujarnya, Rabu (17/11/2021).

Sementara itu, pelaku Ruadi mengaku, dirinya nekat mencuri ditempat kerjanya dengan merekayasa adegan pencurian fiktif untuk keperluan membayar hutang dan kebutuhan hidup sehari-hari.

"Uang untuk kebutuhan sehari-hari. Sisanya buat bayar utang," ungkap Ruadi kepada penyidik.

Akibat perbuatannya, pelaku bakal dikenai Pasal 363 KUHP Tentang Pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved