Breaking News:

Berita Sampang

Teror Hama Tikus di Sampang Bikin Petani Enggan Bercocok Tanam Jenis ini, Ungkap Langkahnya

Para petani enggan bercocok tanam jenis biji-bijian tersebut dan lebih memilih hanya menanam padi lantaran hama tikus sering menyerang.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Petani di Desa Jungkarang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura saat menunjukkan lubang tikus yang ada di sawahnya, Minggu (21/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Petani di Kabupaten Sampang, Madura di hantui rasa was-was akibat serbuan hama tikus di sektor lahan pertanian pada musim cocok tanam 2021.

Salah satunya petani yang berada di Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.

Dulunya para petani di desa setempat bisa menanam jagung, kacang hijau, dan jenis kacang lainnya.

Namun saat ini, para petani enggan bercocok tanam jenis biji-bijian tersebut dan lebih memilih hanya menanam padi lantaran hama tikus sering menyerang.

Salah satu petani setempat, Hendra mengatakan bahwa, setiap tahunnya serangan hama tikus di Desa Jungkarang selalu terjadi dan pasti diresahkan oleh warga.

Sehingga, Kondisi itu membuat rugi para petani, bahkan ia menilai bisa saja menjadikan ancaman terhadap ketahanan pangan di Kota Bahari.

"Selain kacang-kacangan, sejumlah lahan pertanian juga digerogoti tikus seperti, singkong dan padi," ujarnya.

Hendra yang juga aktif di Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Sampang ini menyatakan, jika kondisi ini harus secepatnya diatasi oleh dinas terkait karena masyarakat kurang memahami cara penanganannya.

"Tidak seperti di daerah jawa yang melakukan pembasmian hama tikus," tandasnya.

Sementara, menanggapi serangan hama tikus, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Suyono menyampaikan kalau serangan hama tikus di wilayah kerjanya kerap terjadi.

Belakangan ini, pihaknya telah mendapatkan laporan dari kelompok tani di wilayah Desa Jalgung.

"Termasuk Kami juga mendapat laporan yang sama di wilayah Kecamatan Camplong, Robatal dan Jrengik," tuturnya.

Atas laporan itu, pihaknya mengaku tidak akan tinggal diam dan secepatnya melakukan tindakan.

"Prinsipnya, kami akan membantu dalam pengendalian hama tikus ini, karena di kantor sudah ada obat tikus, jadi nanti kami akan sebarkan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved