Breaking News:

Berita Jawa Timur

UMP Jawa Timur 2022 Naik 1,22 Persen, Gubernur Khofifah Keluarkan SK Besaran Upah Minimum Provinsi

Penetapan UMP Jatim 2022 dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021.

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani SK Gubernur tentang kenaikan UMP Jawa Timur 2022. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur Tahun 2022 dipastikan naik.

Hal ini sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam SK Gubernur No 188/783/KPTS/013/2021 tentang UMP Jawa Timur 2022. 

Dalam SK tersebut dijelaskan, besaran UMP Jawa Timur 2022 naik sebesar 1,22 persen atau naik Rp 22.790,04 dari UMP 2021 Rp 1.868.777,08.

Dilansir TribunMadura.com dari Kominfo Jatim, Minggu (21/11/2021), Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono mengatakan, keputusan ini diambil berdasar hasil sidang pleno pembahasan rekomendasi besaran UMP Jatim 2022 yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Jatim yang dihadiri 22 orang anggota.

Para dewan yang hadir itu terdiri dari 8 orang unsur pemerintah, 5 orang unsur pengusaha/Apindo, 7 orang unsur serikat pekerja/serikat buruh, 1 orang unsur pakar, dan 1 orang unsur akademisi.

Baca juga: UMP Jatim 2022 Belum Diumumkan Pemprov Jawa Timur, Kepala Disnaker: Diumumkan Senin Pekan Depan 

Heru Tjahjono menjelaskan, penetapan UMP Jatim 2022 dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021.

Pemprov Jatim menggunakan formula penyesuaian upah minimum (adjusting) dengan menggunakan data-data statistik yang dirilis oleh BPS sebagai dasar perhitungan penyesuaian upah minimum, baik UMP maupun UMK 2022.

Ia menambahkan, perhitungan ini meliputi rata-rata pengeluaran per kapita sebulan menurut provinsi tahun 2021 sebesar Rp 1.113.002.

Selain itu, rata-rata banyaknya anggota rumah tangga (ART) menurut provinsi tahun 2021 3,42 persen juga menjadi acuan.

Selanjutnya, rata-rata banyaknya ART berumur 15 tahun ke atas yang bekerja sebagai buruh/karyawan per rumah tangga menurut provinsi tahun 2021 1,39 persen.

Lalu, pertumbuhan ekonomi PDRB triwulan IV tahun 2020 ditambah kuartal I, II, III Tahun 2021 terhadap PDRB triwulan I tahun 2019 ditambah Kuartal I, II, III Tahun 2020 menurut provinsi 1,70 persen.

Untuk data inflasi atau pertumbuhan ekonomi, digunakan nilai/besaran yang paling tinggi sebagai dasar perhitungan.

Dengan perhitungan itu, UMP Jawa Timur 2022 digunakan data inflasi sebesar 1,92 persen sebagai dasar menghitung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved