Breaking News:

Berita Malang

Dugaan Penganiayaan di Panti Asuhan Kota Malang Viral di Sosmed, Korban dirudapaksa lalu Dianiaya

korban dianiaya oleh delapan orang teman-temannya, yang juga tetangga sekitar panti asuhan

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Samsul Arifin
net
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Korban penganiayaan yang videonya viral di media sosial di Kota Malang, diduga sebelumnya juga telah diperkosa.

Dari informasi yang didapat, korban sebut saja bernama Mawar masih duduk di kelas VI sebuah sekolah dasar swasta di Kota Malang.

Diketahui, korban sehari-harinya tinggal di Panti Asuhan Assidiqqi Asy Syuhada, Jalan Teluk Grajakan Gang XVII, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Salah satu tim kuasa hukum korban Leo Permana menjelaskan kejadian penganiayaan yang dialami kliennya tersebut.

Saat itu, korban disebut baru saja diperkosa oleh seorang tetangga panti asuhan tempat tinggal korban.

"Jadi, korban ini sehari-harinya tinggal di panti asuhan itu, karena ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sedangkan ayahnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Karena tidak ada yang merawat, dia (korban) tinggal di situ," ujarnya, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Kota Malang Dilanda Banjir saat Hujan, Pemkot Buat Masterplan Drainase hingga Pelebaran Saluran Air

Dirinya menjelaskan, kejadian penganiayaan yang dialami korban itu terjadi pada Kamis (18/11/2021).

"Kejadian itu terjadi pada Kamis, (18/11/2021). Namun, ada dua kejadian berbeda. Jadi, si anak ini diperdaya, lalu disetubuhi di rumah pelaku di Teluk Grajakan. Setelah disetubuhi, korban itu dibawa oleh teman-temannya untuk dianiaya," bebernya.

Dirinya mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari kliennya tersebut, korban dianiaya oleh delapan orang teman-temannya, yang juga tetangga sekitar panti asuhan.

"Terduga pelaku penganiayaan mayoritas berusia remaja. Tetapi untuk pelaku persetubuhannya, sudah berusia dewasa. Korban dianiaya di sekitar perumahan Puri Palma sekitar pukul 15.00 WIB. Jadi yang pertama, korban dipancing oleh pelaku pertama untuk disetubuhi, baru kemudian setelah persetubuhan dibawa dan dianiaya," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved