Breaking News:

Berita Surabaya

Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku yang Diduga Jual beli Tanah Kavling Fiktif, Begini Modusnya

Para pelaku menawarkan tanah kavling dengan luas beragam, antara 6×15 meter, 8×15 meter dan 10×20 meter dengan harga terjangkau

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Edi Herwiyanto didampingi Kanit Harda, Iptu Komar Sasmito menunjukkan barang bukti dan tersangka. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Unit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar praktifk jual beli tanah kavling fiktif di wilayah Medokan Ayu Surabaya.

Pelaku bernama Edy Sumarsono itu ditangkap setelah adanya tujuh laporan korban ke Polrestabes Surabaya.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Edi Herwiyanto menyebut tujuh korban itu merupakan perwakilan dari total ratusan korban yang berhasil ditipu oleh Sumarsono.

"Tujuh orang yang melapor. Untuk korban banyak yang belum melaporkan. Hasil penyidikan ada sekitar 220 korban yang sudah menyetorkan uangnya ke pelaku," kata Edi, Senin (22/11/2021).

Lebih lanjut,Edi menyebutkan jika tersangka ini mengelabuhi korban dengan mendirikan sebuah perusahaan developer bernama PT. Barokah Inti Utama.

Disana, pelaku menawarkan tanah kavling dengan luas beragam, antara 6×15 meter, 8×15 meter dan 10×20 meter dengan harga terjangkau.

Baca juga: Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polrestabes Surabaya, Pakai Mobil Sewa saat Lancarkan Aksi

"Harganya antara 92 juta hingga paling mahal ukuran besar itu sampai 264 juta rupiah," imbuhnya.

Aksi itu dilakukan tersangka sejak 2015 lalu.

Pelaku membuat gambar desain atau site plan kavling tanah, berikut dengan brosur dan tawaran harga menarik.

Selanjutnya, para korban yang tergiur memberikan uang down payment di awal dengan nilai 7 persen untuk harga dibawah 100 juta dan 15 persen di harga di atas 200 juta rupiah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved