Breaking News:

Berita Sampang

Produksi Tembakau di Sampang pada 2021 Meningkat Pesat, Hampir 2 Kali Lipat dari Tahun Sebelumnya

Sesuai dari data yang dimiliki oleh instansinya, dari realisasi tanam tembakau tahun ini 4.223 hektar, hasil produksinya mencapai 3.410 ton.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Petani tembakau di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (27/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Produksi tembakau rakyat di Kabupaten Sampang, Madura mengalami peningkatan drastis di musim tanam 2021.

Tak tanggung-tanggung peningkatannya sekitar dua kali lipat dari tahun sebelumnya (2020).

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Nurul Hayati membenarkan atas kondisi tersebut.

Sesuai dari data yang dimiliki oleh instansinya, dari realisasi tanam tembakau tahun ini 4.223 hektar, hasil produksinya mencapai 3.410 ton.

Sedangkan, realisasi tanam tahun 2020 sebanyak 3.156 hektar dan hasil produksinya 1.922 ton.

"Jadi untuk hasil produksi tahun ini lebih bagus, jumlahnya naik dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya kepada TribuMadura.com, Senin (22/11/2021).

Ia membeberkan, faktor yang paling berpengaruh atas meningkatkatnya produksi tembakau merupakan semangat dari para petani di Kota Bahari.

Menurutnya, antusias petani di Sampang pada musim tanam tahun ini kembali meningkat setelah kondisi pandemi Covid-19 dinilai mereda.

Sebab, harga tembakau yang sebelumnya merosot turun tahun ini kembali beranjak normal.

"Musim tanam tahun sebelumnya, pandemi Covid-19 masih panas-panasnya sehingga berdampak pada harga jual tembakau yang tidak sesuai dengan biaya produksi," terang Nurul Hayati.

"Nah maka dari itu petani malas untuk menanam tembakau dan memilih produksi tanaman tani lainnya," imbuh dia.

Sementara terkait proses penanaman tembakau di Sampang tahun ini tidak ada petani yang mengalami gagal panen.

Meski pada awal musim, sekitar Mei - Juni 2021 sejumlah tembakau mengalami kerusakan lantaran cuaca tidak menentu.

"Kondisi tanaman tembakau yang rusak masih berusia muda, sehingga petani memilih menanam lagi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved