Breaking News:

Berita Pamekasan

Produsen Sepatu Batik Pamekasan Banjir Orderan, Terima Kasih Bupati Badrut Tamam

Seperti halnya yang dirasakan oleh, Ahmat Rofiqi, salah satu anggota WUB yang berhasil membuat sepatu dengan kombinasi kain batik

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memamerkan sepatu batik. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Tercetusnya program 'Wirausaha Baru (WUB)' yang digagas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam membawa dampak yang signifikan.

Terbukti, sebagian peserta yang mengikuti program tersebut bisa memproduksi berbagai keterampilan yang menghasilkan uang.

Seperti halnya yang dirasakan oleh, Ahmat Rofiqi, salah satu anggota WUB yang berhasil membuat sepatu dengan kombinasi kain batik.

Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program WUB yang digagas Bupati Baddrut Tamam.

Berkat pelatihan tersebut, dirinya semakin terampil dan bisa menciptakan sebuah produk sepatu batik yang kini banyak digandrungi kalangan anak muda hingga dewasa.

Kata dia, permintaan dan peminat produk sepatu batik miliknya, semakin hari meningkat setelah dibantu promosinya oleh Bupati Baddrut Tamam melalui berbagai platform.

Baca juga: Strategi Bangkitkan Ekonomi di Masa Pandemi, Bupati Pamekasan Ajak Warga Belanja ke Tetangga

"Yang pesan sepatu batik ke kami Bupati Baddrut Tamam. Beliau langsung memarkan melalui media sosialnya dan langsung viral. Setelah itu banyak yang pesan ke kami," kata Ahmat Rofiqi kepada TribunMadura.com, Senin (22/11/2021).

Pengrajin sepatu yang akrab disapa Rofiqi ini mengaku kewalahan ketika banyak pesanan konsumen, karena mesin produksinya masih manual.

Pengakuan dia, kendala yang saat ini dihadapi saat yaitu alat produksi yang manual. 

Sebab, mesin manual yang ia miliki hanya bisa memproduksi maksimal 10 sepatu batik per hari.

Namun, bila sepatu batik yang kombinasi, dirinya hanya mampu memproduksi 5 sepatu per hari. 

"Harganya kami jual Rp 80 ribu sampai Rp 120 ribu per pasang sepatu," ujarnya.

Ia berharap pemasarannya semakin meluas dan dapat banyak memproduksi tanpa terhalang merk dan legalisasi. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved