Berita Lamongan

Anak Mendekam di Lapas Kendalikan Peredaran Sabu dengan Ibu Kandung di Lamongan

Rifaiyah mengakui hanya mengedarkan sabu-sabu yang hasilnya untuk kebutuhan keluarganya

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA
ilustrasi sabu 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Sat Reskoba Polres Lamongan  mengamankan dua orang pengedar sabu-sabu, seorang diantaranya emak-emak yang mengaku melanjutkan bisnis haramnya anaknya.

Dua tersangka ini ditangkap di tempat yang berbeda. Rifaiyah (49) ditangkap di rumahnya, di Desa Mayong Kecamatan Karangbinangun.

Sementara itu, seorang tersangka lainnya, Muhammad Arif Abdullah (28) ditangkap di tempat yang berbeda, tepatnya di Dusun Bendo  RT 04 RW 04 Desa Mojorejo Kecamatan Modo.

Kasat Reskoba, AKP Achmad Khusen dikonfirmasi Surya.co.id (Tribunjatim Network), Selasa (23/11/2021) mengungkapkan, pihaknya masih mendalami jaringan syetan dari kedua tersangka yang diamankan.

Untuk tersangka, Rifaiyah, ungkap Khusen, bukan sebagai pengguna. Bahkan, emak-emak ini diakui tidak sedikitpun ingin mengonsumsi sabu-sabu." Lha dia itu gak doyan, " kata Khusen.

Apa perannya ? dari hasil pemeriksaan, Rifaiyah mengakui hanya mengedarkan sabu-sabu yang hasilnya untuk kebutuhan keluarganya.

Baca juga: 4 Dari Puluhan Gerombolan Pemuda Perusak Kafe dan Warung Makan Dibekuk Polres Lamongan

Tersangka Rifaiyah masuk dalam jaringan peredaran narkoba. Dan ternyata, Rifaiyah merupakan kepanjangan tangan anak kandungnya yang juga pengedar sabu-sabu.

Rifaiyah menjalankan bisnis anaknya berinisial AR  yang saat ini masih ada di balik jeruji besi, sebagai terpidana pengedar sabu-sabu.

"Jadi barang haram yang diedarkan itu dipasok dari anaknya, " ungkap Khusen.

Itu artinya, AR yang saat ini masih menjalani hukuman tetap bisa  mengendalikan peredaran sabu-sabu yang melibatkan ibu kandungnya.

Saat ditanya di Lapas mana AR berada, Khusen enggan menyebutkannya. Pasalnya, pihaknya kini  mengembangkan penyelidikan terkait kasus tersangka Safiyah. "AR pernah kita tangkap dengan kasus yang sama, " kata Khusen.

Pihaknya akan menelusuri sejauh mana  AR mengendalikan peredaran sabu-sabu  di balik jeruji besi yang masih harus jalani sampai saat ini.

Bisnis barang haram yang dijalani Rifaiyah bahkan dilengkapi dengan  timbangan digital. Itu artinya, tersangka benar-benar mengelola bisnis haram.

Di rumah tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti 2  klip plastik berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,21 gram, dan 0,59 gram dalam kemasan plastik satunya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved