Breaking News:

Berita Surabaya

Tanda Tangan Nasabah Dipalsukan, Sales Asuransi Dituntut 15 Bulan Penjara, Simak Persidangannya

Sidang perkara pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh asuransi Prudential kini memasuki agenda tuntutan.

Editor: Aqwamit Torik
Pexels
Ilustrasi tanda tangan 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sidang perkara pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh asuransi Prudential kini memasuki agenda tuntutan.

Pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya (PN Surabaya) itu, Jaksa penuntut umum Lujeng Andayani menuntut sales asuransi, Bryan Malvin pidana 15 bulan penjara, Selasa (23/11/2021).

Ia dituntut karena telah memalsukan tanda tangan nasabahnya, Ong Siauw Jong agar terdaftar dalam promo.

Terdakwa dituntut telah melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama jaksa.

"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat," jelas jaksa Lujeng saat membacakan tuntutan dalam sidang.

Baca juga: Usai Erick Thohir Beri Teguran Pertamina, Kini Pakai Toilet di SPBU Kini Gratis, Simak Kronologinya

Menanggapi hal ini, pengacara terdakwa M. Arif Budiman mengaku keberatan dengan tuntutan tersebut.

Ia menjelaskan, kendati terdakwa mengakui sudah memalsukan tanda tangan, perbuatannya itu untuk membantu nasabahnya dalam upgrade polis asuransi supaya mendapatkan manfaat lebih.

Arif juga mengklaim tak ada kerugian dalam kasus ini, sebab meski ada uang yang sempat ditarik dua kali senilai Rp 14 juta. Tapi, uang itu sudah dibayarkan ke Prudential.

"Dengan tujuan untuk kepentingan yang tidak menguntungkan diri sendiri dan tidak merugikan secara materiil saksi pelapor," kata Arif seusai membacakan pembelaan.

Pada kesempatan tersebut, nasabah mengaku akibat perkara ini dirinya rugi Rp 100 juta.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved