Breaking News:

Berita Bangkalan

Anak Pemilik Kos Rudapaksa Mahasiswi yang tinggal di Kosnya, Terkuak saat Teman Cerita ke Ibu Korban

Hari-harinya ia lalui dengan perasaan cemas dan penuh ketakutan, petaka yang menimpa dirinya, Mawar hanya mampu berkeluh kesah kepada teman perempuan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
MJE (28), warga Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi dihadirkan dalam dalam Siaran Pers Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Mapolres Bangkalan, Kamis (25/11/2021) sore 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Tekad Mawar (17) meninggalkan kampung halaman untuk menimba ilmu berujung pilu. Mahasiswi asal Kabupaten Banyuwangi itu menjadi korban rudapaksa MJE (28), warga Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan sekembali di rumah kos di kawasan Desa Telang, Kecamatan Kamal usai mengerjakan tugas.  

MJE adalah anak dari pemilik rumah kos yang juga tercatat sebagai mahasiswa. Hal itu disampaikan Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino dalam Siaran Pers Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Mapolres Bangkalan, Kamis (25/11/2021) sore.

“Si korban adalah penghuni kos dan tersangka adalah anak dari pemilik kos. Korban dan tersangka adalah pelajar atau mahasiswa,” ungkap Alith didampingi Kasatrekrim AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo dan Kasi Humas Iptu Sucipto di hadapan awak media.

Beban dan tekanan psikologis mendera Mawar. Hari-harinya ia lalui dengan perasaan cemas dan penuh ketakutan, petaka yang menimpa dirinya pada Minggu (14/11/2021) di sepertiga malam atau sekitar pukul 02.30 WIB tidak kuasa ia ceritakan kepada orang tuanya. Mawar hanya mampu berkeluh kesah kepada teman perempuannya.  

Baca juga: Kasus Rudapaksa di Sampang, Pelaku Masih DPO Terlacak di Luar Pulau, Polisi Beri Keterangan

“Teman curhatnya itulah yang kemudian mengabari ibu korban. Namun peristiwa pilu itu diceritakan setelah ibu korban tiba di Bangkalan, sepekan kemudian atau 20 November 2021. Saat itulah ibu korban langsung melapor kepada kami,” jelas Alith.

Tanpa perlawanan, MJE dibekuk Satreskrim Polres Bangkalan ketika dirinya nongkrong di sebuah kafe di kawasan Kecamatan Kamal, Minggu (20/11/2021) sekitar pukul 20.00 WIB. Di hadapan penyidik, MJE mengakui tindakan merudapaksa Mawar dilakukan sebanyak dua kali; pukul 02.30 WIB dan pukul 08.00 WIB, Minggu (14/11/2021).  

Alith memaparkan, peristiwa pertama dilakukan MJE setelah Mawar kembali dari mengerjakan tugas. Tersangka menyuruh korban menutup pagar rumah kos dan memintanya masuk ke kamar tersangka.

Beberapa jam setelah terjadi persetubuhan pertama secara paksa, tersangka kembali melakukan di kamar korban. Ia masuk ke kamar korban dengan cara merogoh kail pengunci pintu kamar melalui jendela kamar korban yang tidak tertutup dengan rapat. Korban kala itu tengah tidur lelap.  

“Tersangka mengaku karena hasrat, suka, senang kepada korban, dan timbullah nafsu liar. Pada saat terjadi persetubuhan, kondisi korban tidak dalam keadaan bersih atau sedang datang bulan,” urai Alith.  

Dari kejadian itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sepotong potong kaos lengan panjang berwarna abu-abu motif garis, sepeotong celana pendek berwarna kuning, daster merah milik korban, dua potong pakaian dalam milik korban, serta barang bukti lain berupa hasil visum yang menjelaskan telah terjadi robekan pada selaput dara korban.

“Kami lengkapi dengan hasil visum, ada luka lecet di tangan korban dan lebam di bagian leher,” pungkas Alith.  

Atas perbuatannya, MJE dijerat Pasal 81 Ayat (1) Undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Pasal 76 D UU RI Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukum kurungan minimal 5 tahun penjara maksimal 15 tahun penjara. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved