Berita Pamekasan

Kisah Inspiratif Guru Sekolah asal Madura, Rela Kurangi Gaji demi Bantu Siswanya yang Kurang Mampu

Imam Supardi mengurangi sebagian gajinya untuk membantu siswanya yang kurang mampu.

Penulis: Ayu Mufidah | Editor: Mujib Anwar
dok Imam Supardi
Guru SMAN 3 Pamekasan Imam Supardi mengurangi sebagian gajinya untuk membantu siswanya yang kurang mampu. 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bagi Imam Supardi, guru tidak hanya sebagai seseorang yang mengajar mata pelajaran di kelas.

Baginya, guru memiliki tugas mulia lain, yakni sebagai pendidik.

Dengan tugas itu, guru SMAN 3 Pamekasan tersebut, mengaku memiliki kewajiban mendukung para siswanya berprestasi dan menggapai cita-citanya.

Ia menilai, siswa tidak dapat menggapai cita-citanya dengan kemampuan ala kadarnya.

Selain kerja keras, baginya, siswa harus mendapatkan dukungan maksimal dari lingkungannya.

Imam Supardi mengungkapkan, tidak semua siswa terlahir dari keluarga yang berada.

Akibat kurangnya finansial, sarana pendidikan siswa yang kurang mampu itu pun tak maksimal.

Baca juga: Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses asal Madura Uswatun Hasanah, Modal Gadai Tanah hingga Omzet Rp2 M

Guru berusia 57 tahun itu mengaku, menemukan siswa yang sedikit terhambat saat pembelajaran sekolah berlangsung.

Setelah ditelusuri, siswa itu tidak dapat melihat tulisan di papan karena gangguan mata.

"Jadi dia minus, tapi tidak pakai kacamata," ungkap Imam Supardi kepada TribunMadura.com. Kamis (25/11/2021).

"Saya perhatikan, siswa ini kalau melihat ke papan selalu berkedip cepat. Ada yang aneh," sambungnya.

Ia lantas menanyakan mengapa siswa itu enggan memakai kacamata.

Ternyata, siswa tersebut tidak memiliki uang untuk membeli kacamata.

Karena kondisinya itu, siswa tersebut tidak bisa melihat bahan pelajaran yang tertulis di papan.

"Air matanya keluar saat saya tanya kenapa tidak beli kacamata agar membacanya lebih jelas," tutur dia.

"Dia cerita, katanya orangtuanya tidak punya uang membelikannya kacamata," lanjutnya.

"Dia sebenarnya ingin beli kacamata, tapi kondisinya terbatas," sambungnya.

Siswa itu bercerita bahwa dirinya dari keluarga yang tidak mampu.

Ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan ibunya hanya buruh cuci di rumah-rumah.

Mendengar cerita itu, Imam Supardi menawarkan bantuan kepada siswanya.

Imam Supardi rela merogoh uang gajinya untuk membantu siswanya mendapatkan kacamata.

Apalagi, siswa itu memiliki prestasi akademik yang terbilang lumayan,

"Anaknya lumayan cerdas. Sayang kalau tidak maksimal belajar karena tidak bisa lihat jelas karena minus," ucap dia.

Ia mengaku, tidak memberikan bantuan uang secara cuma-cuma kepada siswanya tersebut.

Imam Supardi mengatakan, akan memberikannya kacamata dengan syarat siswa tersebut harus meningkatkan prestasinya di sekolah.

"Jadi siswa itu saya beri tanggung jawab harus meningkatkan semangat belajarnya," katanya.

Mendengar hal itu, siswa kelas 11 itu pun terharu.

"Dia terharu karena ada orang yang peduli sama dia," ucap Imam Supardi.

Imam Supardi menyebut, tidak hanya siswa itu yang dibantunya selama ini.

Pria yang sudah 30 tahun menjadi guru itu mengaku, pernah membantu biaya SPP siswanya yang kurang mampu.

"Dulu saat SPP masih bayar, saya pernah bantu siswa yang kurang mampu," tutur dia.

"Tapi dengan syarat seperti tadi. Dia harus berpestasi. Karena dengan itu, ada lecutan semangat siswa untuk belajar lebih keras," ungkapnya.

"Biasanya saya cari yang anak yatim berprestasi untuk dibantu," sambung dia.

"Karena sayang kalau pintar tapi tidak maksimal belajar karena ekonomi keluarga," katanya.

Guru yang segera pensiun tahun 2023 tersebut mengaku, aksinya ini sekaligus memberikan pelajaran pada anak-anaknya.

Ia mengaku, menekankan pada anak-anaknya di rumah untuk selalu berbagi dengan sesama.

"Saya ajari anak-anak saya, ketika memiliki rezeki berlebih, harus peduli ke orang yang tidak mampu," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved