Berita Surabaya

Mami Ambar Diamankan Polda Jatim Lantaran Libatkan 29 Wanita Dijual ke Pria Hidung Belang

Sejumlah 29 orang wanita telah menjadi korbannya. 23 orang diantaranya, berusia dewasa, sedangkan enam orang lainnya, masih berusia dibawah umur

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Muncikari, Nesi (41) alias Mami Ambar warga Sumbersuko, Lumajang, saat dikeler Anggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Seorang muncikari, Nesi (41) alias Mami Ambar warga Sumbersuko, Lumajang, terpaksa ditangkap Anggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.

Pasalnya, wanita tamatan sekolah dasar itu, terlibat tindak pidana perdagangan manusia.

Sejumlah 29 orang wanita telah menjadi korbannya. 23 orang diantaranya, berusia dewasa, sedangkan enam orang lainnya, masih berusia dibawah umur.

Semula, para korban dijanjikan oleh Nani bakal diberi pekerjaan yang layak sebagai pemandu lagu atau ladies companion (LC) di sebuah tempat karaoke di Pulau Dewata, Bali.

Namun ternyata, Nani malah menjajakan kemolekkan tubuh puluhan wanita itu, kepada pria hidung belang di sebuah wisma yang dikelolanya di dalam rumah, bernama 'Wisma Penantian'.

Baca juga: Modal Ancaman, Mucikari ini Perbudak Gadis Asal Blora, Kerap Pindah-Pindah Hotel di Surabaya

Tarifnya, senilai Rp200 ribu, untuk sekali kencan dengan seorang wanita binaan Nani.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan, pelaku menjalankan praktik penipuan perdagangan manusia untuk bisnis prostitusi terselubung itu, seorang diri, sejak dua tahun lalu, yakni tahun 2019.

Para korbannya, kebanyakan dari luar Jatim, seperti Jakarta, Bandung, dan Lampung.

Sebagian besar, para korban tergiur dengan penawaran insentif pekerjaan sebagai LC yang dibuat Nani dalam sebuah unggahan informasi melalui akun media sosial (Medsos) Facebook (FB).

Itulah mengapa, banyak wanita dari berbagai daerah yang terperdaya oleh modus yang dilancarkan oleh Nani.

"Korban dijanjikan akan dijadikan LC di Pulau Bali dengan gaji yang besar Rp10-15 juta per bulan," katanya di Gedung Humas Mapolda Jatim, Kamis (25/11/2021).

Praktik perdagangan orang yang dilancarkan oleh Nani kurun dua tahun itu, akhirnya terbongkar oleh kepolisian pada Selasa (16/11/2021) kemarin.

Hal itu, disebabkan adanya satu orang korban wanita binaannya itu, berinisial TR, berhasil kabur dari wisma tersebut, kemudian melapor ke markas kepolisian pada Senin (15/11/2021).

"Yang bersangkutan, diamankan terkait adanya laporan dari salah satu korban yang berhasil melarikan diri dan melapor kepada pihak kepolisian," pungkasnya.

Sementara ini, enam orang perempuan korban tindakan perdagangan uang yang berusia dibawah umur itu, telah mendapat pendampingan psikologi di Shelter PPT Propinsi Jawa Timur yang berada di lingkup Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Sedangkan 23 orang korban dewasa saat ini, kini berada di Dinas Sosial Kabupaten Kediri untuk menjalani pembinaan.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 2 Jo Pasal 17 dan atau Pasal 12 Undang Undang RI Nomor 21 tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara paling singkat 3 tahun dan denda Rp120 juta paling banyak Rp600 juta, sebagimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 dilakukan terhadap anak, maka ancaman pidananya ditambah 1/3.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved