Breaking News:

Berita Surabaya

Tidak Ada Anarkis, Aksi Bonek Tuntut Revolusi PSSI Berjalan Damai Tegur Sapa dengan Kapolrestabes

Tidak ada lagi anarkis, tidak ada lagi rusuh, mereka menyampaikan aspirasi secara substansif

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Bonek Mania saling bertegur salam berbalas lambaian tangan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Bonek kian dewasa. Itulah sepenggal kalimat yang bisa diungkapkan melihat wajah suporter Persebaya Surabaya itu.

Mereka bergerak bukan untuk kepentingan Persebaya saja, lebih luas dari itu, sepak bola nasional.

Tidak ada lagi anarkis, tidak ada lagi rusuh, mereka menyampaikan aspirasi secara substansif.

Revolusi PSSI menjadi tuntutan harga mati Bonek Mania, setelah menyaksikan sepak bola Indonesia yang dinilai begini-bagini saja.

Aksi turun ke jalan itu dilakukan Bonek, di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Kamis (25/11/2021) siang.

Aparat kepolisian mengawal aksi Bonek tersebut.

Baca juga: Tujuan Bonek Turun Ke Jalan, dari Surabaya Untuk Sepak Bola Indonesia

Hampir dua jam berteriak, bernyanyi dan berorasi, ribuan Bonek dari segala penjuru asal itu lalu membubarkan diri dengan tertib.

Tak ada anarkis, tak ada rusuh, membuat Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan terkesan dengan gerakan bonek itu.

"Bonek benar-benar berkomitmen menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertibab kota tercinta. Mereka bergerak menyuarakan aspirasi dengan tertib dan substantif," sebut Yusep, Kamis (25/11/2021).

Sambil tetap mengawal perjalanan Bonek meninggalkan lokasi aksi, Yusep melambai tangan sambil berteriak sampai jumpa kawan, selamat sampai ke rumah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved