Breaking News:

Berita Pamekasan

Langkah Nyata Wujudkan Kabupaten Literasi, 84 Guru di Pamekasan Terbitkan Buku

guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan 84 buku pada tahun 2021 guna mendukung program tersebut

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Para guru di Pamekasan yang berhasil menulis buku, saat foto dengan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Kamis (25/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam berkomitmen menjadikan Pamekasan sebagai kabupaten literasi di tahun 2022 mendatang.

Komitmen ini diwujudkan dengan sederet program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta beberapa pihak terkait lainnya.

Terbaru, guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan 84 buku pada tahun 2021 guna mendukung program tersebut. 

Selain itu, berkembangnya komunitas literasi di Pamekasan yang dikomandani Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip, serta berbagai inovasi program Pemkab Pamekasan lainnya turut mendukung terwujudnya kabupaten literasi tersebut.

"Alhamdulillah pada tahun 2021 telah lahir 84 buku yang ditulis oleh teman-teman guru yang buku-bukunya telah diterbitkan melalui media guru Indonesia," kata Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini kepada TribunMadura.com, Sabtu (27/11/2021).

Upaya lain yang dilakukan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam untuk mendorong program itu adalah lahirnya peraturan bupati (perbup).

Baca juga: Peringatan Hari Guru Nasional, Ketua IGI Pamekasan Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Guru

Dalam perbup itu, salah satunya mendorong pemerintah desa untuk mendirikan perpustakaan desa melalui dana desa dan alokasi dana desa (DD/ADD).

"Beberapa hal yang telah dilakukan oleh Kabupaten Pamekasan untuk menopang sebagai kabupaten literasi, yang pertama lahirnya perbup literasi, ini luar biasa, hanya lahir pada tahun ini. Yang kedua ada perbup yang mengamanatkan kepala desa untuk mendanai perpustakaan desa," terangnya.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang merupakan penulis buku tentu menjadi teladan baik kepada semua stakeholder dan masyarakat Pamekasan secara umum untuk mensukseskan program itu dengan memberikan contoh langsung, tidak hanya merancang program.

"Kita bangga sekali dan pantas kalau Pamekasan sebagai kabupaten literasi karena bupati kita seorang penulis," ujar Zaini.

Dia berharap, langkah menjadikan Pamekasan sebagai kabupaten literasi didukung oleh semua pihak demi sumber daya manusia atau generasi hebat Pamekasan di masa yang akan datang.

Mengingat, kualitas pemimpin masa depan akan ditentukan oleh generasi saat ini.

"Selain itu, kami tahun ini mendirikan museum pendidikan sebagai tempat edukasi teman-teman guru agar mengetahui bahwa proses pendidikan itu membutuhkan proses yang sangat panjang," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved