Breaking News:

Berita Bangkalan

Capaian Vaksinasi di Bangkalan Masih Rendah, Kepala Dinkes Ungkap Sebab, Singgung Sikap Masyarakat

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta mendatangi pelaksanaan Vaksinasi Serentak Indonesia di Ponpes Ar Rowiyah Mancengan Bangkalan.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta disambut Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron dan Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Muhammad Fahad (kiri) ketika tiba di Ponpes Ar Rowiyah Mancengan, Desa Manggengan, Kecamatan Modung untuk memantau Pelaksanaan Vaksinasi Serentak, Sabtu (27/11/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Pelaksanaan Vaksinasi Serentak Indonesia di Ponpes Ar Rowiyah Mancengan Desa Manggengan, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, menjadi perhatian langsung Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta, Sabtu (27/11/2021).

Kehadiran Irjen Pol Nico Afianta diharapkan mampu mendorong peningkatan capaian vaksinasi Bangkalan yang hingga saat ini masih berada di angka 41,60 persen untuk dosis pertama.

Didampingi Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron serta Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino, Irjen Pol Nico Afianta disambut Pengasuh Ponpes Ar Rowiyah Mancengan, KH Mohammad Munir Rowi.

Turut hadir Dandim 0829 Letkol Inf Syarifuddin Liwang, Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Mahfud E, Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan, Chandra Saptaji, dan Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad.

Pantauan vaksinasi tersebut merupakan rangkaian dari gelar video conference (vidcon) bersama Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo dan seluruh kapolda di seluruh Indonesia terkait arahan peningkatan capaian vaksinasi di selurauh daerah hingga di angka 70 persen.

Ditemui Surya ( grup TribunMadura.com ) di lokasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengungkapkan, hingga sejauh ini masih banyak permasalahan yang menjadi kendala untuk mendongkrak capaian angka vaksinasi di Kabupaten Bangkalan.

“Kami tidak bisa menyalahkan masyarakat, lansia terutama. Kami sudah mendatangi hampir setiap hari secara door to door namun yang bersangkutan berkeberatan untuk dilakukan vaksinasi, masih menolak,” ungkap pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Dinas Kesehatan Bangkalan telah berupaya meningkatkan capaian vaksinasi dengan mengerahkan sedikitnya 100-200 vaksinator dan tenaga medis dengan total 70 lokus vaksinasi per hari di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Terbaru, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menggalakkan sistem jemput bola dengan pola door to door atau mendatangi rumah-rumah para lansia. Dengan harapan, angka capaian vaksinasi dosis pertama bisa lebih tinggi dari 18,80 persen dan 12 persen untuk dosis kedua.

“Jadi kami menghargai hak-hak priogratif dari masyarakat (lansia), demikian juga masyarakat umum. Tetapi saran tetap keberatan. Apabila dihadapkan dengan kondisi seperti itu, kami putuskan untuk pending (menunda),” papar Yoyok.

Dengan kondisi masyarakat Bangkalan seperti itu, Yoyok menilai target capaian vaksinasi di angka 70 persen merupakan terasa berat. Dengan pola door to door vaksinasi untuk lansia oleh ratusan vaksinator dan tenaga medis, hasilnya masih berada di bawah 5.000 sasaran per hari.

“Hasilnya berkisaran 3000-4000 sasaran lansia per hari, berat sekarang ini namun kami tidak putus asa dan terus bergerak,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved