Breaking News:

Berita Lumajang

Warga di Desa Mojo Lumajang Mendapat Teror Bom Bondet, DIduga Jelang Pilkades Jadi Sebab

Salah seorang warga yang menjadi korban teror yakni rumah Astuti menjelang waktu subuh satu keluarganya dikejutkan dengan suara kaca pecah

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Polisi saat melakukan penyelidikan teror bom bondet di Desa Mojo, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Pasca masa kampanye berakhir, seorang warga Desa Mojo, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang mendapat teror bom bondet.

Meski tidak sampai ada korban jiwa, namun kejadian itu membuat warga resah keluar rumah. Diduga kuat teror bondet itu  terjadi jelang Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) mendatang.

Salah seorang warga yang menjadi korban teror yakni rumah Astuti. Kira-kira menjelang waktu subuh satu keluarga asal Dusun Darungan itu terbangun karena dikejutkan dengan suara kaca pecah akibat lemparan bondet ke dalam kamar. 

"Denger suara kaca semua orang rumah bangun, gak lama ada lemparan lagi di teras rumah, tetapi kedua bondet itu tidak sampai meledak," ujar Astuti.

Kapolsek Padang Iptu Wasono Budi mengatakan, setelah satu kelurga itu dibangunkan oleh suara kaca pecah, Suntari Suami Astuti sempat melakukan pengejaran sosok pelaku. Tetapi pengejaran itu sia-sia.

"Tidak ada kaitannya dengan pilkades, tetapi setiap hari kami terus melakukan pengawasan dan patroli. Karena memang pelaksanaan pilkades harus kondusif. Ada beberapa petugas yang setiap malam keliling ke desa-desa yang menyelenggarakan pilkades untuk membantu keamanannya,” katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, di desa tersebut ada dua cakades yang berkontestasi merebutkan suara rakyat. Budiono sebagai kades incumbent dan Akhmadi sebagai penantang. Sedangkan, Suntari, informasinya merupakan salah satu tim sukses penantang.

Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Lumajang Ipda Sujianto mengatakan, diakui jelang pelaksanaan Pilkades pada 2 Desember mendatang tegangan politik di desa itu memang semakin meninggi. Beberapa kali ia mendapat laporan warga sering mendapat pengakuan penantang, para pendukungnya sempat mendapat intimdasi orang yang tidak dikenal. 

Sementara untuk membuktikan  teror bom bondet terkait isu Pilkades kini pihak kepolisian masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan. 

“Memang kebetulan sudah dekat dengan pelaksanaan pilkades namun kami masih terus melakukan lidik dan pulbaket jadi blm bisa menyimpulkan motif bondet adalah pilkades,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved