Breaking News:

Berita Bangkalan

Bangkalan 16 Jam Diguyur Hujan, Pohon Tumbang Timpa 3 Rumah, Musola, dan 1 Warga Luka Memar

hasil kajian dan inventarisasi melalui kegiatan assessment mencatat tiga rumah dan sebuah musala terdampak bencana hujan disertai angin kencang

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Angin kencang mengakibatkan Pohon Beringin berusia ratusan tahun, di Dusun Be’elah, Desa Buduran Kecamatan Arosbaya tumbang, Senin (29/11/2021). Selain angin kencang, Kabupaten Bangkalan juga diguyur hujan selama 16 jam mulai pukul 12.00 WIB Minggu (28/11/2021) hingga pukul 04.00 WIB, Senin (29/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Hujan dengan intensitas sedang-tinggi disertai angin kencang mengguyur Kabupaten Bangkalan mulai Minggu (28/11/2021) pukul 12.00 WIB hingga mereda pada Senin (29/11/2021) pukul 04.00 WIB.

Hasil assessment Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops - PB) Kabupaten Bangkalan terkait laporan kejadian angin kencang di Kecamatan Arosbaya, terdata tiga buah rumah dan sebuah musala di Dusun Be’elah, Desa Buduran Kecamatan Arosbaya tertimpa pohon sekitar pukul 16.30 WIB. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris mengungkapkan, hasil kajian dan inventarisasi melalui kegiatan assessment mencatat tiga rumah dan sebuah musala terdampak bencana hujan disertai angin kencang di Kecamatan Arosbaya

"Terimpa Pohon Beringin berukuran besar berusia ratusan tahun, seorang warga menderita luka memar," ungkap Rizal kepada Surya.  

Cuaca ekstrem di Kabupaten Bangkalan akibat fenomena La Nina telah diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya melalui Peringatan Dini Cuaca Jawa Timur per Minggu (28/11/2021).

Baca juga: Pohon Berusia Ratusan Tahun Tumbang Timpa Bangunan Ponpes di Sampang 1 Korban Luka

Disebutkan, potensi hujan lebat-sedang, angin kencang, serta sambaran petir diprediksi menerjang Kabupaten Bangkalan pada pukul 14.30 WIB. 

Rizal menjelaskan, bencana pohon tumbang diawali hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi disertai angin kencang sesaat yang berlangsung mulai Minggu sekitar pukul 12.00 WIB hingga mereda pada Senin sekitar pukul 04.00 WIB. 

Selain melibatkan Tim Reaksi Cepat BPBD Bangkalan, evakuasi pohon tumbang juga melibatkan Agen Bencana BPBD Provinsi Jatim, Polres Bangkalan, Polsek Arosbaya, Koramil Arosbaya, pihak Kecamatan Arosbaya serta Kepala Desa Buduran dan warga setempat.

"Kami sudah menginventarisir siapa saja pemilik rumah-rumah terdampak, termasuk identitas korban luka memar sudah kami data," jelasnya. 

Sebelumnya, pada akhir Oktober 2021 Peringatan Dini terkair fenomena La Nina telah disampaikan BMKG ke seluruh wilayah di Indonesia. Itu setelah hasil rekaman BMKG menunjukkan fenomena La Nina telah memasuki wilayah Indonesia.

Rizal memaparkan, fenomena La Nina menyebabkan peningkatan suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik dan memicu terjadinya peningkatan curah hujan 20-70 persen di atas rata-rata normal.

BPBD Kabupaten Bangkalan telah memetakan lima kecamatan sebagai wilayah rawan banjir, meliputi Kecamatan Blega, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Sepulu, dan Kecamatan Tajungbumi.

Empat kecamatan yang rawan bencana tanah longsor meliputi Kecamatan Galis, Kecamatan Konang, Kecamatan Geger, dan Kecamatan Kokop.

Sedangkan delapan kecamatan rawan bencana angin kencang dan puting beliung meliputi Kecamatan Kota, Kecamatan Burneh, Kecamatan Labang, Kecamatan Socah, Kecamatan Labang, Kecamatan Modung, Kecamatan Kwanyar, hingga Kecamatan Blega.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada menghadapi musim pancaroba perti saat ini,” pungkas Rizal.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved