Breaking News:

Bupati Nganjuk Nonaktif Ungkap Dirinya Ditangkap saat Bersama Kajari, ini Kata Kuasa Hukum

Pengacara menjelaskan, kliennya sudah merasa dibuntuti oleh 3 mobil semenjak keluar dari kantor bupati. Novi sempat menceritakan kejadian itu

Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD AMRU MUIZ
Ruangan yang disegel pasca OTT KPK Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (kiri) dan suasana saat penggeledahan yang dilakukan Bareskrim Polri (kanan) Senin (10/5/2021) 

TRIBUNMADURA.COM - Sidang lanjutan perkara korupsi yang menjerat Bupati Nganjuk Nonaktif Novi Rahman Hidayat membuka fakta baru dalam kasus tersebut.

Diketahui, sidang yang digelar pada Jumat (26/11/2021) kemarin, Novi Rahman menceritakan mengenai kronologi penangkapan, dan membantah bahwa penangkapan itu adalah upaya Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Novi juga mengungkap mengenai kejadian saat penangkapan tersebut, dirinya saat itu sedang bersama Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nophy Tennophero Suoth dan seorang tokoh PDIP Nganjuk, Romo Murhajito.

Kuasa hukum Novi menjelaskan, kliennya saat itu sedang menjalani acara buka bersama di rumah seorang tokoh PDIP, Romo Muharjito, di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.

"Saat itu ia (Bupati Novi) memang sedang ada acara buka bersama dengan tokoh PDIP Nganjuk, Romo Muharjito. Ada juga saat itu Kajari Nganjuk," ungkapnya, Kuasa Hukum Bupati Novi, Ari Hanz, Senin (29/11/2021) berdasaran rilis yang diterima oleh TribunMadura.com.

Ari mengungkapkan, kliennya sudah merasa dibuntuti oleh 3 mobil semenjak keluar dari kantor bupati.

Selain itu, Novi sempat menceritakan kejadian pembuntutan pada Kajari Nganjuk, tapi cerita Novi tak dihiraukan.

"Padahal biasanya kalau diajak ngomong, (Kajari) itu responsif," imbuh Ari.

Tak diduga, ternyata saat itu adalah hari penangkapan Novi.

Saat penangkapan, Novi menyebut tak ada surat perintah penangkapan yang ditunjukkan kepadanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved