Breaking News:

Berita Ponorogo

'Ritual' Warga Pindahkan Makam Secara Massal, Khawatir Terdampak Luapan Air Waduk Bendo

Kepala Desa Ngadirojo, Pamuji mengatakan jarak Waduk Bendo dengan makam tersebut memang hanya 50 meter.

TribunMadura.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Ponorogo Memindahkan Makam di Desa Setempat Secara Masal. 

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Ponorogo memindahkan makam di desa setempat secara masal.

Hal tersebut dilakukan karena ratusan makam di desa tersebut terdampak luapan air Waduk Bendo di Kecamatan Sawoo.

Kepala Desa Ngadirojo, Pamuji mengatakan jarak Waduk Bendo dengan makam tersebut memang hanya 50 meter.

Untuk itu mereka melakukan antisipasi jikalau sewaktu-waktu debit air Waduk Bendo semakin tinggi dan menggenangi makam desa setempat.

"Sejak kemarin dipindah, karena ditakutkan hujan, mumpung belum hujan, ratusan makam dipindah ," kata Pamuji, Senin (29/11/2021).

Pihak desa sendiri sebenarnya sudah melakukan komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Namun dari piahak BBWS meminta untuk dilakukan sosialisasi terlebih dulu.

"Warga tidak mau karena takut waduk keburu meluap, jadi hari ini swadaya dipindah," lanjutnya.

BBWS sendiri sebenarnya sempat menyuruh pihak desa untuk mendata makam tersebut.

Namun di tengah jalan hal tersebut ditolak karena jumlah jenazah yang dikuburkan dimakam tersebut mencapai ribuan karena memang sudah ada sejak zaman Belanda.

Saat itu, Pamuji sendiri belum mengetahui berapa besaran nominal ganti rugi yang akan diberikan oleh BBWS.

Namun jika adapun, ganti rugi tersebut akan diserahkan seluruhnya kepada ahli waris.

"Bisa untuk ritual doa atau tahlilan diserahkan semua ke ahli waris," pungkasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved