Breaking News:

Berita Pamekasan

Pejabat Harus Melayani, Bupati Pamekasan Minta ASN Ubah Kebiasaan Lama yang Tak Produktif

Pemkab Pamekasan merupakan organisasi goverment yang harus berorientasi kepada kepentingan rakyat melalui program yang berpihak kepada masyarakat

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat blusukan tanam padi bersama masyarakat Desa Sana Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura, Selasa (30/11/2021) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam meminta aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan pemerintah kabupaten (pemkab) setempat agar merubah kebiasaan lama yang tidak produktif menuju kebiasaan yang lebih bermanfaat demi kepentingan masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Mas Tanam ini menjelaskan, Pemkab Pamekasan merupakan organisasi goverment yang harus berorientasi kepada kepentingan rakyat melalui program yang berpihak kepada masyarakat dengan pola kepemimpinan yang berkebaruan.

"Mengkonsolidasi pemikiran dan gagasan, ini harus berubah sekarang. Kalau dulu bupati harus dilayani, tapi sekarang tidak boleh ada yang melayani bupati, bupati harus melayani," kata Mas Tamam kepada TribunMadura.com, Rabu (1/12/2021).

Ia mengaku tidak sungkan mencium tangan rakyatnya yang sudah sepuh ketika turun ke masyarakat bukan untuk mendapat perhatian mereka. 

Melainkan sebagai bentuk kepedulian serta penghormatan terhadap orang yang lebih tua.

"Kenapa kalau saya turun ke bawah ada orang sepuh saya cium tangannya, itu bukan pencitraan, karena bagi saya, jabatan tidak boleh kita perjuangkan mati-matian, yang perlu kita perjuangkan rakyat kecil. Bagi yang berpikirnya gelap, pasti dianggap gelap yang begini," ujarnya.

Menurutnya, pemimpin harus memiliki tingkat kesabaran yang tinggi menghadapi berbagai karakter rakyatnya. 

Bukan justru meninggikan egonya untuk kepentingan pribadi. 

Karena segala tindakan yang diambil akan ada pertanggungjawaban di sisi Allah SWT.

"Karena semua ada hisabnya di hadapan Allah, jangan sok gawat. Serangannya luar biasa, ya wajar lah. Apalagi Baddrut (saya) yang kelasnya comberan, Sayyidina Muhammad dibully. Kesabaran harus dimiliki seorang pemimpin yang atmosfernya post truth atau musim fitnah," tegasnya.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama menginginkan orientasi kepemimpinan untuk kemaslahatan ummat demi kemajuan bangsa dan negara. 

Saran dia, pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan, termasuk Camat yang cenderung lebih bersinggungan dengan masyarakat harus turun langsung melihat kebutuhan rakyat.

"Dengan pondasi jabatan hanya sebagai alat pengabdian, maka menjadi bupati, sekda, kepala dinas, dan menjadi camat jangan sok gawat. Camat di zaman saya sekarang jangan sok gawat, turun ke masyarakat," peringatnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved