Breaking News:

Berita Sampang

Masih Ingat Subaidi Masajid yang Diduga Hina NU? Kini Jadi Tersangka, ini Kasus yang Menjeratnya

Subaidi Masajid Desa Batoporo, Kecamatan Kedungdung, Sampang itu ditetapkan sebagai tersangka lantaran menyatakan NU Mutanajis Mugholadoh

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Subaidi Masajid (jaket hitam dan berkopyah putih) saat berada di kediaman Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Sampang, KH. Syafiudin, (11/10/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Tindakan pelaporan yang diambil oleh PC NU bersama LPBH NU Kabupaten Sampang ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Ustadz Subaidi Masajid (42) memasuki babak baru, Kamis (2/12/2021).

Kali ini, pria asal Desa Batoporo, Kecamatan Kedungdung, Sampang itu ditetapkan sebagai tersangka lantaran menyatakan Nahdlatul Ulama (NU) Mutanajis Mugholadoh mulai dari PB NU sampai ranting.

Ditetapkannya tersangka berdasarkan Surat Penetapan Polda Jawa Timur Nomor B/156/XII/RES.2.5/2021/Ditreskrimsus tertanggal 1 Desember 2021.

Jelas tertulis bahwa Subaidi Masajid memenuhi unsur tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan cara sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi.

Informasi tersebut ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian antar kelompok ataupun individu masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Sekretaris LPBH NU Sampang, Lukman Hakim mengatakan bahwa setelah semua proses dilalui oleh penyidik dari Polda Jatim termasuk keterangan dari beberapa ahli dan bukti petunjuk dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, Polda melakukan gelar perkara dan hasilnya unsur pidananya terpenuhi.

Sehingga pertanggal 29 November 2021 kemarin, Subaidi Masajid sebagai terlapor telah dipanggil untuk diperiksa.

"Ke esokan harinya pertanggal 30 November 2021, terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap telah cukup bukti," ujarnya.

Menurutnya, penyidik tidak serta merta menetapkan terlapor sebagai tersangka, adapun beberapa tahap yang sudah dilalui.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved