Breaking News:

Berita Pamekasan

Nasib Nelayan Pamekasan, Takut Melaut Akibat Cuaca Ekstrem, Mengisi Waktu Pilih Lakukan Kegiatan ini

Nelayan mengaku khawatir lantaran beberapa pekan ini, cuaca di tengah laut agak ekstrim dan sering terjadi gelombang tinggi

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Para nelayan saat memperbaiki jaring ikannya di Pelabuhan Branta Pesisir Pamekasan, Madura, Kamis (2/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Munculnya fenomena La Nina membuat sebagian nelayan di Kabupaten Pamekasan, Madura takut melaut.

Mereka mengaku khawatir lantaran beberapa pekan ini, cuaca di tengah laut agak ekstrim dan sering terjadi gelombang tinggi.

Achmad Jauhari salah satu Pemilik Kapal di Pamekasan mengaku resah dan takut saat hendak melaut dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrem.

Akibatnya, banyak kapal miliknya yang bersandar di Pelabuhan Branta Pesisir Pamekasan karena curah hujan yang tak menentu.

Di sisi Pelabuhan Branta Pesisir, juga terlihat sebagian nelayan memperbaiki jaring ikan sembari menunggu cuaca ekstrem mereda.

"Kami memilih tidak melakukan aktivitas melaut, karena kondisi cuaca yang sangat ekstrim, apalagi jika terjadi fenomena la nina dengan gelombang laut yang tinggi," kata Achmad Jauhari saat diwawancarai TribunMadura.com di Pelabuhan Branta Pesisir Pamekasan, Kamis (2/12/2021).

Beberapa pekan ini, Jauhari mengaku memilih memperbaiki beberapa jaring ikannya yang putus di pinggir pelabuhan agar nantinya bila cuaca normal bisa digunakan kembali.

Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia mencari ikan di pinggir laut sembari menunggu kondisi gelombang laut stabil.

"Tangkapan memang berbeda dengan semula dari tengah laut, yang biasanya memproleh tangkapan 5 sampai 7 ton dalam sekali melaut berbeda dengan mencari ikan di pinggiran pantai yang hanya mendapat kurang lebih 1 ton dalam sekali melakukan tangkapan. Itupun kalau nasib untung," jelasnya.

Menurut Jauhari, memasuki musim hujan tahun ini, para nelayan tradisional, banyak yang memilih untuk tidak melaut jarak jauh.

Alasannya, karena kondisi cuaca ekstrem dan gelombang laut yang tinggi menyebabkan sering terjadi beberapa faktor kerusakan pada kapal dan peralatan tangkapan ikan saat musim penghujan seperti saat ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved