Breaking News:

Berita Malang

Jembatan Gladak Perak Putus Berdampak Pada Transportasi, Rute Malang-Lumajang Dipangkas

Organda Malang Raya mengkonfirmasi beberapa perusahaan otobus memangkas rute perjalanan dari semula jurusan Malang - Lumajang menjadi Malang - Dampit

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Terminal Dampit, Kabupaten Malang 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Terputusnya akses jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang berimbas pada ritme transportasi bus.

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Malang Raya mengkonfirmasi beberapa perusahaan otobus memangkas rute perjalanan dari semula jurusan Malang - Lumajang menjadi Malang - Dampit.

"Berdampak pada rute perjalanan bus. Sekarang hnya cuma sampai dampit. Beberapa bus ada yang sampai Ampelgading," Ketua Organda Malang Raya, Rudi Soesamto ketika dikonfirmasi.

Pemangkasan rute tersebut menurut Rudi jelas berdampak pada pendapatan bus. Selain dampak erupsi, bus juga dihadapkan pada sepinya penumpang.

"Secara kerugian ada tapi kami belum dapat menghitung secara pasti kerugian tersebut. Saat inj ada 2 perusahaan otobus yang melayani rute Malang menuju Lumajang," tambahnya. 

Baca juga: Pulihkan Psikologi Korban Erupsi Semeru, Polresta Malang Kota Kirim Tim Trauma Healing ke Lumajang

"Sebelum erupsi memang sudah terdampak karena pandemi. Namun sudah perlahan membaik ritme perjalanan sejak November kemarin. Namun sekarang terdampak lagi karena erupsi Semeru," ungkapnya.

Guna mencari solusi, Rudi mengaku sudah menyampaikan aspirasi para pengusaha bus agar jalur jembatan Gladak Perak, Lumajang bisa segera diperbaiki dalam waktu dekat.

"Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah agar lekas ada tindakan pembangunan jembatan darurat. Kabarnya januari bisa dilakukan.

Di sisi lain, Kepala Terminal Dampit M. Riyadi mengatakan penumpang bus memang mengalami penurunan akhir-akhir ini. Situasi erupsi Semeru juga turut mempengaruhi mobilitas masyarakat.

"Saat ini bus yang ke terminal hanya 5 sampai 7 bus. Padahal dulu bisa sampai 20 sampai 25 bus. Sehingga hal tersebut juga mempengaruhi operasional terminal. Saat ini saja terakhir tak sampai jam 7 malam maksimal," beber Riyadi.

Terakhir, Riyadi menerangkan erupsi Semeru tak terlalu berdampak terhadap lalu lintas di Kecamatan Dampit.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved