Breaking News:

Gunung Semeru Erupsi

Akibat Erupsi Gunung Semeru, Bupati Lumajang Larang Sementara Kegiatan Pertambangan Pasir

Menanggapi hal itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengaku sepakat dengan larangan itu. Lebih-lebih penutupan tersebut  bersifat sementara

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Tony Hermawan
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq larang sementara kegiatan pertambangan 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) mengeluarkan surat edaran agar pekerja pasir di Lumajang menghentikan aktivitas pertambangan sementara waktu pasca Gunung Semeru erupsi.

Larangan itu dikeluarkan karena saat ini Gunung Semeru mengalami erupsi susulan.

Dalam surat itu setidaknya ada 45 usaha tambang dilarang beroperasi. Itu artinya semua aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru diminta tidak ada aktivitas pertambangan pasir. 

Bahkan, karena saat ini Gunung Semeru masih sering meluncurkan guguran lava, pertambangan akan diizinkan kembal  jika aktivitas vulkaniknya mengalami penurunan.

Menanggapi hal itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengaku sepakat dengan larangan itu. Lebih-lebih penutupan tersebut  bersifat sementara, tidak selamanya.

Baca juga: Gubernur Khofifah Siapkan Dapur Umum Khusus untuk Bayi Hingga Balita Korban Erupsi Gunung Semeru

"Ya jangan. Saya sudah bolak-balik mengingatkan penambang untuk menghormati semua yang sedang fokus menangani bencana," kata Cak Thoriq.

Meski begitu, diakui Cak Thoriq masih banyak penambang bersikap ngeyel. Masih banyak pekerja pasir tetap menambang, padahal saat ini bencana erupsi Gunung Semeru masih terus terjadi.

"Ada yang alasan ekonomi, ada yang kebutuhan hari-hari. Tapi menurut saya gini, sekarang masih mungkin untuk hidup sama keluarga dengan makan yang cukup. Ini hanya dihentikan sementara," ujarnya.

"Kok rasanya ndak nyambung kecuali permanen gak boleh ke lokasi tambang selamanya," imbuhnya.

Cak Thoriq pun meminta para penambang pasir menaati larangan tersebut. Selain karena alasan keamanan, jika sekarang tetap bekerja seperti biasa rasanya kurang etis. Sebab saat ini masih banyak jasad penambang pasir masih terkubur di dalam material erupsi Gunung Semeru belum bisa dievakuasi.

"Jadi kalau mereka saling mengerti dan memahami, pasti orang saling kasih apresiasi. Tapi kalau sekarang yang terjadi mereka tetap mengganggu, sementara hilir mudik evakuasi masih berjalan, distribusi bantuan masih dilakukan ya otomatis menganggu," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved