Berita Situbondo

Main ke Rumah Teman, Pelajar Jadi Korban Kebejatan, Bermula saat Dipanggil ke Kamar Hingga Diancam

Pelajar di Situbondo itu menjadi korban pemerkosaan oleh seorang terlapor berinisial S (15) warga Kecamatan Panji.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Aqwamit Torik
Dok TribunBatam via TribunSolo
ILUSTRASI Berita anak diperkosa 

TRIBUNMADURA.COM, SITUBONDO - Pelajar ini dipaksa untuk berhubungan suami istri saat sedang main ke rumah temannya.

Pelajar di Situbondo itu menjadi korban pemerkosaan oleh seorang terlapor berinisial S (15) warga Kecamatan Panji.

Korban berinisial D warga Kecamatan Panji, ini paksa untuk berhubungan suami istri oleh 

Tak hanya itu, untuk melancarkan aksinya terlapor mengancam dan tetap memaksa mensetubuhi korban.

Meski terlapor berusaha meronta ronta melepaskan diri dari dekapan terlapor, namun upaya korban tidak berhasil.

Sehingga terlapor dengan mudah melampiaskan hasrat bejatnya terhadap korban tersebut.

Baca juga: Sule dan Nathalie Holscher Bahagia, Bayi Laki-Lakinya Telah Lahir, Putri Delina Singgung Soal Nama

Korban akhirnya mengadukan perbuatan terlapor kepada kakak kandungnya berinisial A (21) warga Kecamatan Jangkar.  

Mendengar penuturan polos adiknya, kakak kandung korban bak disambar petir disiang hari. 

Kakak korban yang terima adikanya diperlakukan tidak senonoh dan diancam paksa,  akhirnya melaporkan kasusnya ke Mapolres Situbondo, .

Kasi Humas Polres Situbondo, Iptu Sutrisno membenarkan adanya laporan dugaan pemerkosaan itu.

Menurutnya, perbuatan dugaan pemerkosaan itu terjadi di rumah terlapor Sabtu (14/11/2021) lalu.

"Kasusnya baru dilaporkan ke Polres Sabtu (11/12/2021) pada pukul 17.00 WIB," ujar Sutrisno kepada TribunMadura.com.

Mantas Kasiwas Polres Situbondo mengatakan, berdasarkan keterangan kakak korban, saat itu adiknya bersama teman temannnya sedang berada di rumah terlapor. 

Setelah itu, terlapor memanggil dan mengajak korban  ke kamarnya dan memaksa melakukan dugaan pemerkosaan terhadap korban.

"Korban yang ketakutan karena dibawa ancaman terlapor, sehingga dugaan pemerkosaan itu terjadi," jelas Sutrisno sesuai pengakuan kakak korban ke polisi.

Dikatakan, jika perbuatan terbukti, terlapor diancam dengan Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Korban sudah diperiksakan ke dokter dan untuk prosesnya ditangani penyidik PPA Reskrim," pungkasnya. (TribunMadura/izi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved