Breaking News:

Berita Surabaya

AMSI Jatim Ajak Semua Stakeholder Ciptakan Ruang Publik yang Bersih, Suarakan Semangat Antihoaks

Di satu sisi memudahkan masyarakat memuaskan keinginan dan kebutuhan akan informasi yang sesuai dengan konteks psikososiologis dirinya berada

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Saat Ketua Asosiasi Media Siber (AMSI) Jatim Arif Rahman memberikan sambutannya dalam agenda ‘Kolaborasi Konten Terpercaya dan Komunikasi Media era Digital’ yang dihelat di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Sabtu (20/12/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua Asosiasi Media Siber (AMSI) Jatim Arif Rahman mengatakan, sejak awal dibentuknya AMSI didasarkan pada keprihatinan maraknya hoaks yang memenuhi ruang publik, berupa berita bohong, disinformasi, maupun misinformasi, yang ditunjukkan dari persentase penetrasi internet hingga 78%.

“Tahun 2021 ini di bulan Juni tentu bagai pisau bermata dua, di satu sisi kecepatan akses informasi di masyarakat itu bisa memberdayakan masyarakat, meningkatkan IPM meningkatkan kemampuan dalam mencerna berbagai persoalan,” katanya, di Mapolda Jatim, Senin (20/12/2021).

Di satu sisi memudahkan masyarakat memuaskan keinginan dan kebutuhan akan informasi yang sesuai dengan konteks psikososiologis dirinya berada.

Namun, di sisi lain, hal itu justru menyajikan ekses negatif yang berpotensi mengganggu stabilitas kehidupan bernegara dan ketertiban masyarakat.

“Tapi di sisi lain juga banyak memecah belah masyarakat banyak juga membenturkan masyarakat jangan aparat pemerintah baik polisi, TNI, atau pun juga eksekutif nah ini yang kemudian menjadi tidak sehat," jelasnya. 

Ruang publik yang bersih dan steril dari sampah digital menjadi sebuah tujuan bersama yang ingin dicapai oleh semua pihak, termasuk AMSI.

Baca juga: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Dampingi AMSI Jatim Tinjau KEK Singhasari

AMSI Jatim sangat sadar betul, jikalau mencapai tujuan itu tidak dapat disandarkan pada fungsi kontrol satu entitas tertentu seperti kepolisan, TNI, atau pemerintah, misalnya. 

Melainkan, semua pihak dan stakeholder patut dilibatkan dalam upaya mencapai tujuan yakni ruang publik yang bersih.

"Karena itu pentingnya pada hari ini ada stakeholder meeting, kita ingin semua berkolaborasi mulai hari ini berkolaborasi. Kolaborasi itu butuh intimasi butuh butuh komitmen jangka panjang jadi kolaborasi tidak akan tercipta kalau kemudian kita berhenti," jelasnya.

Oleh karena itu, melalui agenda ‘Kolaborasi Konten Terpercaya dan Komunikasi Media era Digital’ yang dihelat di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim.

Bagi Arif, menjadi momentum memperteguh komitmen bersama semua stakeholder untuk menyelamatkan Indonesia dari aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, ketahanan sosial budaya, termasuk ekonomi.

"Komitmen kita bersama ini adalah tujuan yang sangat mulia untuk kita perjuangkan untuk kita bersama lakukan dan saya rasa ke depan mulai kita godok supaya Jatim untuk pertama kalinya membuat suatu komite atau badan yang menyelaraskan konten-konten digital menyehatkan konten digital yang di situ terdiri dari semua stakeholder entah itu pemerintah polisi dan TNI kemudian AMSI, masyarakat ormas-ormas yang menjadi aksi ke depan karena kolaborasi tanpa aksi serasa tidak akan berhasil,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved