Breaking News:

Berita Surabaya

Pengakuan Pelaku Pembacokan di Surabaya, Sakit Hati Lantaran Korban Hamili Istrinya Selama Dipenjara

Saat keluar penjara pada Juni lalu, Wahed kaget begitu mendapati istrinya melahirkan bayi dua minggu lalu pada 6 Desember 2021

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anton Elfrino menunjukkan tersangka dan barang bukti pembacokan. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bergerak cepat menangkap pelaku pembacokan Abdul Halim (33) warga Tambak Wedi Surabaya.

Sekitar 20 jam dari kejadian, polisi meringkus Abdul Wahed (26) warga Sampang Madura di rumahnya.

Abdul Wahed merupakan pelaku utama pembacokan yang menewaskan Abdul Halim setelah 12 jam dirawat di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Kejadian itu terjadi di pertigaan jalan Stasiun Kota tak jauh dari Polsek Pabean Cantikan Surabaya, Sabtu (18/12/2021) malam.

Kepada petugas, Abdul Wahed mengakui jika ia yang membacok Abdul Halim berkali-kali hingga alami luka parah di lengan yang nyaris putus hingga robek pada perutnya.

Berbekal celurit, Abdul Wahed mengintai korban saat hendak pulang dan melintas di lokasi yang sepi.

Baca juga: Anggota Satpol PP Kecamatan di Surabaya Ditangkap Polisi, Ngaku Konsumsi Sabu Demi Dopping Kerja

"Pelaku cemburu kepada korban. Motifnya asmara," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Anton Elfrino, Senin (20/12/2021).

Anton melanjutkan, pelaku yang saat itu berada di penjara atas kasus pencurian, tak terima mendapati istrinya melahirkan seorang bayi yang bukan dari dirinya.

"Pelaku kaget saat pulang istrinya sudah melahirkan bayi. Pelaku menjalani hukuam sekitar satu tahun sejak 16 Desember 2020 lalu," imbuhnya.

Pernyataan itu diamini oleh Abdul Wahed, pelaku pembacok Abdul Halim.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved