Breaking News:

Berita Lumajang

Dianggap Tidak Etis oleh Masyarakat, Satpol PP Lumajang akan Tertibkan Baliho Puan Maharani

Banyak warga komentar keberadaan baliho tidak etis, Sebab, warga lebih membutuhkan bantuan ketimbang baliho

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani terpasang di depan Balai Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Satpol PP Lumajang berencana akan segera melakukan penertiban baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani yang saat ini terpasang di sejumlah titik menuju lokasi bencana erupsi Gunung Semeru.

Penertiban ini dilakukan sebab belakangan baliho Puan yang tersebar menjadi bahasan hangat di masyarakat. Banyak warga komentar keberadaan baliho tidak etis. Sebab, warga lebih membutuhkan bantuan ketimbang baliho.

Kabid Gakda Satpol PP Kabupaten Lumajang, Didik Budi Santoso mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan ke Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota (DPMPTSP) terkait izin pemasangan baliho Puan.

Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan koordinasi dengan pihak Partai PDIP untuk segera menentukan teknis penertiban baliho.

"Ini yang dikoordinasikan apakah yang nurunkan dari kami (Satpol PP) atau partai," ujarnya.

Baca juga: Keluhan Wakil Bupati Lumajang soal Erupsi Gunung Semeru, Sindir Terbatasnya Kamera Pendeteksi

Sementara, untuk mencegah kejadian semacama ini terulang, pihak Satpol PP meminta kesadaran dari para tokoh politik agar ketika meninjau lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru tidak memasang baliho.

"Takutnya kan ada anggapan masyarakat tokoh yang datang ke sini ada tujuan tertentu. Ya jangan sampai erupsi ini menyisakan gesekan," harapnya.

Diketahui, Puan Maharani mengunjungi Kabupaten Lumajang, Jawa Timur untuk melihat kondisi warga terdampak erupsi Gunung Semeru pada hari ini, Senin (20/12).

Di sana dia meninjau kondisi para penyintas erupsi Gunung Semeru, khususnya warga di wilayah Pronojiwo yang saat ini cukup terisolasi akibat akses jalan utama di daerah tersebut terputus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved