Breaking News:

Berita Surabaya

Libur Nataru, Bandara Juanda Wajibkan Calon Penumpang udah Vaksin Dosis 2 & Hasil Negatif Antigen

Menyikapi aturan tersebut Bandara Internasional Juanda dan pihak maskapai terus mensosialisasikan kepada para pengguna jasa transportasi udara

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Terminal 1 Bandara Juanda tampak dipadati calon penumpang pesawat. Jumat (24/12/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Peniadaan libur pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 merupakan upaya pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

Begitu juga dengan aturan syarat terbang perjalanan dalam negeri selama Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 terjadi perubahan, dimana selama periode tersebut pelaku perjalanan diwajibkan untuk telah menjalani vaksin dosis kedua.

Menyikapi aturan tersebut Bandara Internasional Juanda dan pihak maskapai terus mensosialisasikan kepada para pengguna jasa transportasi udara terkait perubahan persyaratan penerbangan selama periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Sesuai Surat Edaran Kepala Satgas Covid-19 Nomor 24 Tahun 2021 berikut addendumnya tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyarakat Periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 Dalam Masa Pandemi Covid-19 serta Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 111 Tahun 2021 tentang Pengaturan Mobilitas Masyarakat Dengan Transportasi Udara Selama Periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), bahwa mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 untuk pelaku perjalanan dalam negeri diwajibkan telah vaksin dosis kedua dengan menyertakan hasil negatif tes swab antigen yang berlaku 1x24 jam,” ujar General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Sisyani Jaffar, Jumat (24/12/21).

Baca juga: Meski Gunung Semeru Erupsi, Aktifitas Bandara Juanda Tetap Normal, Arah Erupsi Jadi Faktor

Berdasarkan surat edaran tersebut, Sisyani menjelaskan bahwa selama periode Nataru dimaksud, pelaku perjalanan dalam negeri yang tidak vaksin dosis lengkap (dosis 2) karena alasan medis maupun belum mendapatkan vaksin dosis lengkap, untuk sementara mobilitasnya dibatasi.

“Namun, untuk pelaku perjalanan dalam negeri yang belum vaksin lengkap karena alasan medis dan akan melakukan perjalanan untuk keperluan berobat atau medis, tetap dapat melakukan perjalanan dengan persyaratan wajib menunjukan hasil RT PCR 3x24 jam dan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah,” sambung dia.

Sedangkan untuk calon penumpang pesawat kategori anak-anak, kata Sisyani syarat kartu vaksinasi dikecualikan bagi pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun.

“Pada surat edaran tersebut dijelaskan untuk usia dibawah 12 tahun dapat melakukan perjalanan udara dengan persyaratan melampirkan hasil negatif PCR 3x24 jam dan wajib didampingi oleh orang tua ataupun keluarga yang dibuktikan dengan membawa kartu keluarga,” tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved