Berita Pamekasan

Kejari Pamekasan Selamatkan Uang DD Ratusan Juta yang Dikorupsi Kades, Simak Rinciannya

DD yang dikorupsi oleh Kades H ini mengenai pembangunan dua plengsengan di Dusun Morlaok dengan volume 660 meter

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Ratusan juta uang korupsi DD yang dikembalikan Kades H ke Kejari Pamekasan, Madura, Kamis (30/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Penyidik Kejaksaan Negeri Pamekasan, Madura memeriksa seorang Kepala Desa (Kades) berinisial H yang terlibat korupsi pembangunan plengsengan, Kamis (30/12/2021) pukul 13.24 - 14.10 WIB.

Kajari Pamekasan melalui Kasi Intelijen Kejari Pamekasan, Ardian Junaedi menjelaskan, diperiksanya Kades H ini berkaitan dengan korupsi penggunaan alokasi Dana Desa (DD) tahun 2019.

DD yang dikorupsi oleh Kades H ini mengenai pembangunan dua plengsengan di Dusun Morlaok dengan volume 660 meter dengan anggaran sebesar Rp 236.508.700, dan volume 550 meter dengan anggaran sebesar Rp 178.778.100.

Hasil pemeriksaan peyidik, pembangunan plengsengan itu tidak sesuai RAB yang mengakibatkan bangunan plengsengan lekas roboh dan tidak bermanfaat.

Berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan nomor: Print-01/M.5.18/Fd.1/09/2021 tanggal 27 September 2021 dan surat penetapan tersangka nomor: B-1354/M.5.18.Fd.1/12/2021 tanggal 21 Desember 2021 dalam pemeriksaan tersebut tersangka Kades H beritikad baik mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 135.138.800.

Kerugian negara yang dikembalikan sebanyak itu, berdasarkan hasil audit Dinas Inspektorat Pamekasan dan Dinas Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Pamekasan.

Selain itu, dalam pendalaman kasus korupsi tersebut, didapati fakta lain dari hasil keterangan Kades H, yaitu adanya penyimpangan teknis pencairan DD ketika dicairkan langsung dibawa pulang ke rumahnya dan dikelola bersama keluarga tersangka.

"Karena ada itikad baik dari tersangka maka penyidik melakukan penahanan kota terhadap tersangka selama 20 hari ke depan," kata Ardian Junaedi kepada TribunMadura.com, Jumat (31/12/2021).

Ke depan Kades H akan ditahan mulai tanggal 30 Desember 2021 - 18 Januari 2022 di Pamekasan

Penahanan ini berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan nomor: Print-416/M.5.18/Fd.1/12/2021 tanggal 30 Desember 2021.

Tersangka Kades H dijerat pasal sebagaimana diatur dalam Pasal 2 (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang - Undang no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved